Pemkot Pangkalpinang Targetkan 42 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Beroperasi, Baru Dua yang Diresmikan

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 22:16:01 WIB
Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna memimpin rapat koordinasi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pangkalpinang, Kamis.

PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna menegaskan bahwa pengembangan koperasi ini harus disesuaikan dengan karakteristik daerah sebagai kota perdagangan dan jasa.

"Kota Pangkalpinang bukan daerah perkebunan atau pertanian, untuk itu arah pengembangan koperasi harus menyesuaikan karakteristik daerah, misalnya menjadi gerai sembako, LPG dan kebutuhan masyarakat lainnya," ujarnya di Pangkalpinang, Kamis.

Kendala Lahan dan Asistensi TNI

Salah satu hambatan utama yang diakui dalam rapat koordinasi adalah ketersediaan lahan di sejumlah desa dan kelurahan yang akan menjadi lokasi pembangunan koperasi. Perwira Penghubung Kodim 0413/Bangka Mayor Ronal Manik menyatakan pihaknya hanya berperan memberikan asistensi dan pendampingan selama proses pembangunan, termasuk pada pengadaan lahan apabila diperlukan.

"Kami tidak terlibat langsung, hanya membantu dalam bentuk asistensi," katanya.

Pemilihan Lokasi Strategis dan Target Penyelesaian

Pemerintah menargetkan pembangunan 42 KDKMP di Kota Pangkalpinang. Hingga kini baru dua koperasi yang diresmikan, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai secepatnya.

Pemilihan lokasi koperasi juga menjadi perhatian serius. Pemerintah memastikan agar koperasi berada di tempat yang strategis dan dekat dengan masyarakat sehingga mampu memenuhi kebutuhan warga setempat.

Dorong Digitalisasi Sistem Pembayaran Koperasi

Ke depan, pengembangan koperasi di Pangkalpinang akan diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital. Seluruh pelayanan koperasi ditargetkan terhubung dengan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS maupun layanan fintech lainnya.

"Kami berharap seluruh pelayanan koperasi nantinya terhubung dengan sistem pembayaran digital sehingga masyarakat semakin mudah bertransaksi dan koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi warga," ujar Dessy.

Rapat koordinasi ini juga menjadi wadah bagi pemerintah bersama para narasumber untuk memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pengurus koperasi. Pemerintah menargetkan pembangunan KDKMP dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top