Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang, Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih di Pangkalpinang akan difokuskan pada sektor perdagangan dan jasa. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik wilayah perkotaan yang didominasi aktivitas ekonomi non-pertanian.
“Koperasi Merah Putih di Pangkalpinang akan berfokus pada sektor perdagangan dan jasa,” ujar Yasin.
Koperasi ini nantinya akan melayani kebutuhan pokok masyarakat melalui gerai sembako dan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG). Sistem transaksinya dirancang terintegrasi dengan pembayaran digital untuk memudahkan masyarakat bertransaksi tanpa uang tunai.
Dalam proses pembentukan koperasi, Pemkot Pangkalpinang menggandeng Kodim sebagai mitra strategis. Peran Kodim terbatas pada pendampingan pembangunan fisik dan koordinasi penyediaan lahan, yang selama ini masih menjadi kendala di sejumlah wilayah.
Yasin menegaskan bahwa Kodim tidak akan terlibat dalam pengawasan operasional koperasi. “Pengawasan tetap dilakukan oleh pengawas internal koperasi. Sementara pengelola koperasi berasal dari masyarakat setempat yang saat ini sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan untuk dipersiapkan menjadi manajer profesional,” jelasnya.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat membacakan sambutan Menteri Koperasi RI, menyebutkan bahwa peringatan Hari Koperasi ke-79 bertema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya” menjadi momentum penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah pusat tengah mengakselerasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan target pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia.
“Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan aspek hukum agar kepercayaan anggota dan masyarakat terhadap koperasi semakin meningkat,” kata Dessy.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan akan mengawal pembentukan badan hukum koperasi sekaligus mendorong tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Harapannya, koperasi benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.