Karantina Babel Dampingi UMKM Ekspor 30.000 Bungkus Buah Cemara Laut ke Jerman, Tembus Pasar Ikan Hias Eropa

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 15:18:01 WIB
Karantina Babel mendampingi ekspor 30.000 bungkus buah cemara laut ke Jerman untuk kebutuhan akuarium ikan hias.

PANGKALPINANG — Buah cemara laut asal Kepulauan Bangka Belitung kini menembus pasar Jerman, menjadi komoditas ekspor nonkonvensional yang bernilai ekonomi tinggi. Karantina Babel tercatat telah mendampingi pengiriman 30.000 bungkus produk tersebut hingga pertengahan 2026, dengan setiap bungkus berisi 25 buah kering.

Apa Fungsi Buah Cemara Laut di Pasar Eropa?

Tidak seperti buah pada umumnya, cemara laut kering justru populer di kalangan penghobi ikan hias. Buah ini berfungsi sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama untuk ikan cupang, guppy, dan channa.

"Buah cemara laut ini mengandung zat tanin yang dapat menurunkan dan menstabilkan pH air, menyembuhkan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur," kata Lukman, salah seorang pelaku UMKM yang dibina Karantina Babel.

Standar Mutu Ketat untuk Tembus Pasar Jerman

Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti, menegaskan bahwa seluruh proses ekspor dilakukan dengan pengawalan ketat. Pihaknya memastikan komoditas memenuhi persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) yang ditetapkan Jerman.

Pengujian laboratorium dilakukan di fasilitas terakreditasi ISO SNI 17025:2017 dan terintegrasi dengan ISO 9001:2017. "Seluruh kerja ini memerlukan strategi kelembagaan dengan sinergi yang kuat berkelanjutan baik dari hulu hingga hilir, agar kontribusi terhadap ekonomi daerah semakin nyata dan berkelanjutan," ujar Herwintarti di Pangkalpinang, Kamis.

Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Daerah

Ekspor ini membuka peluang baru bagi pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk bersaing di pasar global. Komoditas nonkonvensional seperti buah cemara laut terbukti memiliki nilai tambah yang signifikan, berbeda dari produk eksor tradisional daerah seperti timah atau lada.

Lukman mengapresiasi pendampingan yang diberikan Karantina Babel, mulai dari edukasi, fasilitasi pengujian, hingga pengurusan dokumen ekspor. "Mereka mengedukasi, mendampingi, dan memfasilitasi UMKM dalam mengekspor buah cemara laut ini," katanya.

Keberhasilan ini diharapkan mendorong lebih banyak pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk berbasis sumber daya alam khas Babel yang berorientasi ekspor.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top