Bupati Bangka Tengah Apresiasi Arsari Tambang Serahkan Posyandu Sakura Rp354 Juta, Siapkan Program PPM Rp2,53 Miliar

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 21:08:53 WIB
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman meresmikan penyerahan Gedung Posyandu Sakura senilai Rp354 juta dari PT Mitra Stania Bemban dan PT Mitra Stania Kemingking melalui Program PPM Arsari Tambang.

BANGKA TENGAH — Gedung Posyandu Sakura di Kelurahan Koba resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu (15/7/2026). Bangunan senilai Rp354 juta itu merupakan hibah dari PT Mitra Stania Bemban dan PT Mitra Stania Kemingking melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Arsari Tambang.

Peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, jajaran pejabat daerah, serta Manager PPM Arsari Tambang, Suyudi. Bupati Algafry menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam mempercepat pembangunan kesehatan masyarakat.

Bupati: Posyandu Jadi Garda Terdepan Layanan Kesehatan Warga

“Kolaborasi seperti ini sangat kami harapkan terus berlanjut karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Algafry dalam sambutannya. Ia menambahkan, keberadaan Posyandu Sakura akan memperkuat akses layanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, balita, dan warga lanjut usia di wilayah Koba.

Setelah diserahterimakan, pengelolaan fasilitas menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jumlah tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di posyandu tersebut.

Anggaran PPM 2026 Capai Rp2,53 Miliar, Fokus pada Hunian dan Pangan

Manager PPM Arsari Tambang, Suyudi, menyatakan bahwa pembangunan Posyandu Sakura hanyalah satu dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang lebih besar. Tahun ini, perusahaan mengalokasikan dana Rp2,53 miliar untuk berbagai sektor di Bangka Tengah.

Program tersebut mencakup pembangunan delapan unit Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu, pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, serta pembangunan dua unit rumah benih (nursery) dan satu gudang produksi gabah di sejumlah wilayah. Suyudi menegaskan, seluruh program ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Langkah Nyata atau Sekadar Program?

Belum ada pernyataan resmi dari pihak pemda terkait jadwal realisasi program RTLH dan pengembangan agribisnis tersebut. Namun, dengan nilai investasi Rp2,53 miliar, program ini menjadi salah satu kontribusi korporasi terbesar di Bangka Tengah tahun ini. Masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak langsung dari pembangunan rumah layak huni dan penguatan sektor pangan lokal.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: okeyboz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top