TANJUNGPANDAN — Cuaca ekstrem mulai mengintai Belitung. Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, mengungkapkan bahwa kondisi panas terik yang disertai tiupan angin kencang dan berkurangnya intensitas hujan menjadi pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah itu.
"Dalam sehari, selalu saja ada laporan kebakaran lahan yang masuk ke kami," ujar Zainal di Tanjungpandan, Selasa. Peningkatan ini, menurutnya, sudah terlihat dalam beberapa hari terakhir dan menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk waspada.
Menghadapi situasi tersebut, BPBD Belitung tidak hanya menyiagakan personel pemadam kebakaran. Zainal menegaskan bahwa seluruh armada pemadam juga telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi prima.
"Kami memastikan seluruh armada pemadam kebakaran dalam kondisi prima dan siap diterjunkan kapan saja untuk menangani karhutla," katanya. Saat ini, seluruh petugas Damkar bersiaga penuh untuk merespons setiap laporan yang masuk.
BPBD Belitung mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan kebun dengan cara dibakar. Kebiasaan ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama meluasnya api di musim kemarau. Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan selalu mengawasi proses pembakaran sampah.
"Mari bersama-sama kita tingkatkan kesiagaan menghadapi ancaman karhutla ini," imbau Zainal Harison.
Sebelumnya, petugas Damkar berhasil memadamkan api yang membakar lahan kering seluas satu hektare di Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, pada Sabtu (11/7). Kebakaran terjadi sejak pukul 12.05 WIB dan berhasil dijinakkan sekitar satu jam kemudian, pada pukul 13.10 WIB. Peristiwa ini menjadi contoh nyata betapa cepatnya api menyebar di tengah kondisi cuaca yang kering dan berangin.