KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kabar ini mencuat setelah CEO Stellantis Olivier Francois berbicara kepada Autocar. "Kami sedang mengerjakannya dan mungkin akan hadir," kata Francois. "Ini akan menjadi sebuah terobosan besar." Namun, pernyataan itu langsung dihadapkan pada realitas regulasi yang membelenggu potensi performa Topolino.
Topolino yang akan dijual di Amerika Utara dibanderol mulai $14.980. Dengan jarak tempuh hanya 46 mil dan kecepatan maksimal 25 mph, sulit membayangkan bagaimana Fiat akan menyulapnya menjadi setir yang greget. Apalagi, regulasi low-speed vehicle di AS akan menuntut pengemasan kit khusus untuk menaikkan batas kecepatan dari 19 mph menjadi 25 mph pada akhir musim panas 2026.
Di Italia sendiri, Fiat sudah meluncurkan varian Topolino Sport yang hanya dibekali striping balap tanpa perubahan mekanis. Langkah ini berseberangan dengan ambisi Abarth yang identik dengan ubahan mesin dan sasis. "Kami mengejar pangsa pasar pembeli yang lebih muda," ujar Gaetano Thorel, bos Fiat untuk Eropa.
Thorel mengungkapkan bahwa rata-rata pembeli Topolino saat ini berusia pertengahan 40-an. Padahal, target ideal mereka adalah anak usia 16 dan 17 tahun. Masalahnya, anak-anak muda Italia justru lebih sering meminta orang tua mereka membelikan Ligier—yang dianggap lebih sporty—meski faktanya Ligier memegang rekor putaran Nurburgring paling lambat.
"Roma adalah kota microcar," kata Thorel. Namun, persepsi pasar masih melihat Ligier sebagai opsi yang lebih kencang. Sebuah Topolino Abarth, menurutnya, bisa menjadi alat untuk membalikkan persepsi itu dan merebut hati konsumen muda.
Kendala terbesar justru datang dari aturan. Di Eropa, regulasi quadricycle membatasi output tenaga dan kecepatan puncak. Jika Fiat nekat membuat Topolino Abarth yang melampaui 25 mph, kendaraan itu akan keluar dari kategori low-speed vehicle dan membutuhkan sertifikasi ulang yang rumit. Di AS, beberapa negara bagian memang punya pengecualian untuk UTV, tapi tetap membatasi potensi modifikasi performa.
Dengan kata lain, jika benar-benar terwujud, Topolino Abarth kemungkinan besar hanya akan menjadi edisi spesial dengan ubahan visual dan stiker balap—bukan mesin gahar seperti Abarth 695 atau 124 Spider. Namun, melihat antusiasme pasar terhadap microcar yang menggemaskan ini, mungkin sekadar tampang sporty sudah cukup untuk membuat anak-anak muda Italia beralih dari Ligier.