KOBA — Ratusan pesilat dari berbagai perguruan dan kabupaten/kota di Bangka Belitung beradu kemampuan dalam IPSI Championship Bangka Tengah 2026. Ajang yang berlangsung di Alun-Alun Kota Koba itu menjadi salah satu kejuaraan pencak silat terbesar di provinsi kepulauan tersebut tahun ini.
PSHT Bangka Belitung sukses keluar sebagai grand champion setelah mengoleksi 63 medali, mengungguli peserta dari daerah lain. Panitia juga memberikan penghargaan khusus kepada pesilat terbaik di setiap kategori usia sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan sportivitas selama pertandingan.
Pada kategori usia dini, gelar pesilat terbaik diraih Sabil El Fathin dari Bunga Islam Air Gegas dan Erlita Arsifa Salsabilah dari PPS Bayu Sejati. Kategori pra remaja dimenangkan Ahmad Arbi Yanto dari Pesilat BII Payung serta Alya Hanifah dari Pulau Kelapa.
Sementara itu, kategori remaja menobatkan Rivaldo dari IPSI Bangka Selatan dan Ayla Al Hikmah dari SMI Bangka Tengah sebagai yang terbaik. Adapun kategori dewasa berhasil dikuasai Tanggu Anugerah dan Rindu Amelia dari PPI Club Pencak Silat Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Bupati Algafry Rahman memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, wasit, juri, pelatih, hingga para atlet.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil, terus berlatih dan jangan menyerah. Kejuaraan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Algafry, IPSI Championship tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet sekaligus sarana menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM selama pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap IPSI Championship dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet silat berprestasi yang mampu membawa nama Bangka Tengah dan Bangka Belitung ke level nasional. “Mudah-mudahan tahun depan kejuaraan ini kembali digelar dengan lebih besar dan lebih baik,” pungkasnya.