TANJUNGPANDAN — Organisasi profesi dokter di Pulau Belitung kini memiliki nahkoda baru. Dua ketua terpilih, dr. Dena Asnajaya untuk IDI Cabang Belitung dan dr. Muhammad Reza Kurniansyah untuk IDI Cabang Belitung Timur, resmi memimpin masa bakti masing-masing setelah melalui proses musyawarah cabang yang sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Dalam sambutannya, dr. Arinal Pahlevi mengingatkan pesan Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, yang menekankan pentingnya solidaritas di internal organisasi. Menurutnya, dokter merupakan garda terdepan ketahanan kesehatan bangsa, sehingga kekompakan menjadi modal utama.
"Mengapa keutuhan solidaritas dan kesejawatan dalam organisasi ini harus terus dijaga karena dokter adalah garda terdepan dari ketahanan kesehatan bangsa dan rakyat Indonesia," ujar dr. Arinal di Ballroom Grand Hatika, Tanjungpandan.
Lebih lanjut, Ketua IDI Wilayah Babel itu mengibaratkan profesi dokter seperti manusia yang berdiri dengan dua kaki. Dua tumpuan itu adalah kompetensi dan etika kedokteran.
"Etika bagi seorang dokter diatur dalam kode etik kedokteran, etika tidak tertulis normatif tetapi harus selalu dipatuhi," tegasnya.
Selain Ketua, Musyawarah Cabang juga memilih Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk kedua cabang. Hal ini menjadi sinyal bahwa penegakan etika profesi menjadi prioritas di periode kepengurusan baru.
dr. Arinal juga mengajak seluruh anggota untuk tidak hanya fokus pada pengabdian ke luar, seperti bakti sosial dan pengobatan massal. Ada dimensi lain yang tak kalah penting: pengabdian ke dalam organisasi.
"Pengabdian yang banyak dipahami masyarakat selama ini adalah pengabdian ke luar seperti bakti sosial, penyuluhan, pengobatan massal maupun penyuluhan dan edukasi. Namun ada pengabdian ke dalam yang tidak dipahami masyarakat secara langsung, contoh pengabdian ke dalam atau ke profesi salah satunya adalah berkenan menjadi pengurus IDI," jelasnya.
Di akhir sambutannya, dr. Arinal berpesan agar pengurus IDI di Belitung dan Beltim tidak bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
"Tujuannya adalah agar tercipta good government, jadi sekarang tidak bisa bekerja sendiri, ada istilah pentahelix dan hexahelix jadi seperti lingkaran besar, dokter biasanya berada di profesionalisme dan keilmuannya," kata dia.
Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk memperkuat layanan kesehatan dan profesionalisme dokter di dua kabupaten di Pulau Belitung tersebut.