Inflasi Juni Tembus 3,34%, Hanya Berjarak 0,16 Poin dari Batas Atas Target BI

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 11:45:01 WIB
Inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen, mendekati batas atas target BI.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Juni sebesar 0,44 persen, mendorong inflasi tahun berjalan (year to date) menjadi 1,79 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat di level 111,89. Angka 3,34 persen secara tahunan ini naik dari posisi 3,08 persen pada bulan sebelumnya.

Bensin dan Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok Inflasi Bulanan

Tekanan harga paling tajam pada Juni berasal dari kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah. Kelompok ini mencatat inflasi 1,41 persen secara bulanan, melonjak signifikan dari 0,52 persen pada Mei. Bank Indonesia menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan tarif angkutan udara sebagai pemicu utama.

Kenaikan ini terjadi seiring penyesuaian harga avtur dan BBM nonsubsidi di tengah tingginya harga energi global. Sementara itu, inflasi pangan bergejolak (volatile food) justru melandai ke 0,14 persen secara bulanan, lebih rendah dari 0,22 persen pada Mei. Tekanan dari bawang merah, bawang putih, dan beras masih terasa akibat penurunan produksi di daerah sentra serta kenaikan biaya transportasi.

Inflasi Inti Naik, Ekspektasi Pedagang Mulai Panas

Inflasi inti tahunan tercatat 2,76 persen, meningkat dari 2,59 persen pada Mei. Bank Indonesia menilai perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh harga komoditas global yang masih tinggi. Meski begitu, ekspektasi inflasi disebut tetap terjaga.

Namun, data survei terbaru menunjukkan sinyal kenaikan ekspektasi harga di level ritel. Survei Penjualan Eceran BI mencatat Indeks Ekspektasi Harga Umum untuk Agustus 2026 sebesar 178,0, naik dari 175,8 pada Juli. Kenaikan ini terutama didorong oleh ekspektasi kenaikan harga bahan baku.

Penjualan Ritel Tetap Tumbuh, Konsumen Masih Optimistis

Meskipun tekanan harga meningkat, daya beli masyarakat relatif terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni diproyeksikan sebesar 221,6, dengan penurunan bulanan 0,8 persen—lebih kecil dari penurunan 1,5 persen pada Mei. Secara tahunan, penjualan masih ditopang oleh kelompok suku cadang dan aksesori serta perlengkapan rumah tangga.

Keyakinan konsumen juga masih berada di zona optimistis dengan indeks 117,8. Namun, penilaian terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen tercatat menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Rupiah Masih di Atas Rp18.000, BI Awasi Dua Faktor

Di pasar valuta asing, rupiah masih tertekan. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada Jumat (10/7) tercatat Rp18.069 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi akhir Juni yang sebesar Rp17.899. Nilai tukar yang masih di atas Rp18.000 ini menjadi salah satu indikator kunci yang diawasi ketat oleh Bank Indonesia.

Bank Indonesia memperkirakan inflasi tetap berada dalam sasaran 2,5 persen plus-minus 1 persen sepanjang 2026 dan 2027. Namun, arah tekanan harga ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan harga energi global, harga bahan baku, pasokan pangan, dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: afu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top