PANGKALPINANG — Kepala Disperindag Kepulauan Babel Subekti Saputra menyatakan pasokan cabai dan bawang dari Pulau Jawa dan Sumatera berjalan lancar selama liburan sekolah. Pernyataan ini disampaikan usai pihaknya melakukan pengawasan dan pendataan di sejumlah gudang distributor di Pangkalpinang, Jumat.
Berdasarkan pendataan di lima gudang distributor pangan, stok bawang merah tercatat sebanyak 39 ton dan bawang putih sebanyak 32,9 ton. Sementara itu, stok cabai kecil hanya 0,9 ton dan cabai merah besar 1,4 ton.
"Kami memperkirakan stok cabai dan bawang akan terus bertambah, karena pelaku usaha ini mendatangkan pasokan secara kontinu dari daerah sentra produksi cabai di Pulau Jawa dan Sumatera," ujar Subekti.
Di sejumlah pasar tradisional Kota Pangkalpinang, harga cabai merah keriting masih bertahan Rp42.000 per kilogram. Cabai merah besar juga di angka yang sama, Rp42.000 per kilogram. Namun, cabai rawit merah menjadi yang termahal dengan harga Rp68.000 per kilogram.
Untuk komoditas lain, cabai rawit hijau dijual Rp61.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, bawang putih honan Rp40.000 per kilogram, dan bawang bombai Rp32.000 per kilogram.
Subekti menjelaskan, permintaan cabai dan bawang saat ini masih stabil. Namun, diperkirakan akan meningkat pada Sabtu dan Minggu. Biasanya, pada libur akhir pekan banyak masyarakat yang menggelar hajatan seperti pesta perkawinan dan syukuran.
"Biasanya setiap liburan akhir pekan banyak masyarakat melakukan pesta perkawinan yang berdampak terhadap permintaan bumbu masakan yang mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya," katanya.
Pemerintah provinsi terus berupaya menekan harga bumbu dapur ini melalui pengawasan stok dan distribusi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang bisa memicu lonjakan harga.
"Kami terus berupaya untuk menekan harga cabai dan bawang ini melalui pengawasan stok, distribusi untuk mencegah penimbunan yang akan memicu kenaikan bumbu masakan makanan ini," ujar Subekti menegaskan.