UEFA Siap Hadang Rusia Kembali ke Sepak Bola Eropa, Bentrok dengan FIFA soal Sikap Berbeda

Penulis: Syahrul Karim  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 00:18:31 WIB
UEFA menegaskan penolakan terhadap reintegrasi Rusia dalam kompetisi sepak bola Eropa.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Organisasi sepak bola Eropa (UEFA) disebut-sebut akan menolak keras wacana reintegrasi Rusia ke turnamen resmi. Sikap ini muncul setelah Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara tentatif mencabut skorsing Komite Olimpiade Rusia yang berlaku sejak Oktober 2023.

Keputusan IOC membuka jalan bagi atlet Rusia untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, untuk sepak bola, UEFA menegaskan tidak ada prospek realistis bagi tim Rusia untuk disambut kembali ke kompetisi Eropa—termasuk kualifikasi Piala Dunia.

Penolakan Keras dari Federasi Sepak Bola Negara Barat

Sumber dari beberapa asosiasi nasional mengonfirmasi bahwa federasi-federasi besar seperti Inggris, Jerman, dan Prancis tetap menentang pemulangan Rusia. Sejak invasi skala penuh ke Ukraina empat tahun lalu, Rusia menjalani larangan total dari turnamen FIFA dan UEFA.

“Tidak ada dukungan untuk mengembalikan Rusia,” kata seorang sumber dari federasi Eropa Barat kepada The Guardian. UEFA sendiri pernah memaksakan rencana membawa tim yunior Rusia ke turnamen usia muda tiga tahun lalu, namun gagal total setelah setidaknya 12 negara anggota mengancam boikot.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang akan maju kembali dalam pemilihan tahun depan dinilai tidak akan mengambil risiko kehilangan dukungan mayoritas pemilihnya.

FIFA Lebih Terbuka, Infantino Dekat dengan Putin

Di sisi lain, FIFA menunjukkan sikap lebih akomodatif. Presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka menyambut baik wacana pemulangan Rusia. Infantino memiliki hubungan dekat dengan Vladimir Putin sejak kerja sama penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Larangan ini tidak mencapai apa pun, hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian,” ujar Infantino kepada Sky News pada Februari lalu. FIFA bahkan memfasilitasi partisipasi tim U-15 Rusia di Piala Dunia yunior di Azerbaijan pada Oktober tahun lalu.

Jika FIFA nekat mengizinkan Rusia masuk ke kualifikasi Piala Dunia melalui konfederasi lain—seperti yang dilakukan Israel yang bermain di Eropa—risiko boikot dari tim-tim Eropa tetap mengintai. “Jika Rusia lolos ke Piala Dunia, banyak negara Eropa bisa mundur,” tambah sumber tersebut.

Benturan UEFA vs FIFA Kian Memanas

Isu Rusia memicu kembali ketegangan antara dua organisasi terkuat di sepak bola dunia. Pekan ini, UEFA dan FIFA terlibat perseteruan publik setelah komite disiplin FIFA mencabut skorsing Folarin Balogun sebelum laga Amerika Serikat melawan Belgia di Piala Dunia U-17. UEFA menuduh FIFA melanggar garis batas yang merusak integritas turnamen.

Untuk Olimpiade 2028, IOC memberikan kewenangan penuh kepada masing-masing cabang olahraga untuk menentukan sikap terhadap Rusia. Namun, sepak bola dipastikan tidak akan terpengaruh karena turnamen kualifikasi sudah dimulai. UEFA menolak memberikan komentar resmi soal perkembangan terbaru ini.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top