PANGKALPINANG — Realisasi KUR di Bangka Belitung baru mencapai Rp838,9 miliar dari target tahun ini yang sebesar Rp1,6 triliun. Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, menyebut dominasi penyerapan masih terjadi di kota-kota besar.
"Saat ini, serapan KUR ini masih didominasi sektor perdagangan di wilayah perkotaan," katanya di Pangkalpinang, Rabu.
Untuk menjangkau wilayah yang selama ini minim akses informasi, pemerintah menggandeng UBB. Mahasiswa akan diterjunkan langsung ke desa dan pulau terpencil untuk menjadi penghubung antara pelaku usaha dengan perbankan.
"Kita ingin mahasiswa ini berperan menjadi jembatan untuk membantu pelaku usaha memahami prosedur dan manfaat pembiayaan KUR, sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan dan empati sosial mereka kepada warga di desa-desa terpencil," ujar Muslim.
Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 11.653 pelaku UMKM telah menerima KUR. Pemerintah menargetkan angka itu terus bertambah, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Muslim berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat di daerah terpencil tidak lagi kesulitan mengakses dana bergulir untuk modal usaha. Ia juga mengajak pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, dan perbankan untuk bersinergi.
"Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, perbankan, hingga pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi mendukung keberlanjutan program KUR ini, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah perdesaan," katanya.
Bangka Belitung memiliki ribuan pulau kecil yang tersebar. Akses informasi perbankan di wilayah itu masih terbatas. Akibatnya, banyak pelaku usaha kecil di sana yang belum pernah mendengar atau memahami cara mengajukan KUR.
Tanpa pendampingan langsung, kesenjangan akses modal antara pengusaha di kota dan di desa terpencil semakin lebar. Program ini diharapkan bisa mengejar ketertinggalan tersebut.