Kapolda Babel Tanam 3.000 Pohon di Pantai Rebo, Akui Masih Punya Utang ke Alam Akibat Tambang

Penulis: Syahrul Karim  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 12:17:31 WIB
Kapolda Babel menanam 3.000 bibit pohon mangrove dan cemara laut di Pantai Rebo.

BANGKA — Sebanyak 3.000 bibit pohon ditanam di lahan seluas tiga hektare di Pantai Rebo, Rabu (8/7/2026). Ribuan bibit itu terdiri dari 2.000 mangrove dan 1.000 cemara laut. Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang sempat tertunda karena padatnya agenda kepolisian.

"Selama ini banyak pohon yang ditebang, tetapi tidak semuanya diganti dengan penanaman kembali. Artinya kita masih memiliki utang terhadap lingkungan," kata Viktor di lokasi penanaman.

Lahan Kritis di Babel Capai Ratusan Hektare

Viktor menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam luar biasa—mulai dari kelautan, kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan mineral. Namun, pemanfaatan yang tidak diimbangi rehabilitasi telah menimbulkan dampak ekologis serius.

"Dampaknya bukan hanya terhadap estetika atau pemandangan, tetapi juga terhadap ketahanan ekologi, ketahanan pangan, bahkan keberlangsungan hidup masyarakat Bangka Belitung," ujarnya.

Polri Sudah Tanam 150.620 Bibit sejak 2022

Data Polda Kepulauan Bangka Belitung mencatat, sejak 2022 hingga 2025, jajarannya telah menanam sekitar 150.620 bibit pohon di lahan seluas 297,1 hektare. Namun, angka itu masih jauh dari luas lahan yang perlu dipulihkan.

"Kalau dibandingkan dengan luas lahan yang perlu dipulihkan tentu masih kecil. Karena itu, upaya ini harus terus dilakukan agar lingkungan menjadi lebih hijau, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Viktor.

Penegakan Hukum Juga Diperkuat

Selain menanam, Polda Babel juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap pemanfaatan sumber daya alam yang tidak sesuai aturan. Viktor menekankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif harus berjalan seimbang.

"Penegakan hukum diperlukan agar pemanfaatan sumber daya alam dilakukan sesuai aturan sehingga keberlanjutan lingkungan tetap terjaga," tegasnya.

Reklamasi Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Viktor mengajak seluruh elemen masyarakat turut serta dalam upaya reklamasi. Sebab, pemanfaatan lahan dan sumber daya alam masih terus berlangsung dan harus diimbangi dengan rehabilitasi lingkungan.

"Kalau aksi kita positif, alam akan bereaksi positif. Sebaliknya, kalau aksi kita negatif, alam juga akan memberikan reaksi negatif kepada kita. Banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah merupakan salah satu bentuk reaksi alam akibat kerusakan lingkungan," katanya.

Kegiatan reklamasi tahun ini dilakukan secara serentak di seluruh jajaran Polres sebagai bentuk dukungan terhadap program reklamasi pemerintah pusat dan daerah. Di kawasan Pantai Rebo, total lahan yang direklamasi mencapai 14 hektare.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top