KOBA — Sekretaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syarifullah Nizam mengatakan nobar ini bukan sekadar tontonan bola. Pemerintah daerah sengaja memadukannya dengan pasar UMKM dan pelayanan publik keliling.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga dapat mengakses berbagai pelayanan publik dan mendukung pelaku UMKM lokal," ujarnya di Koba, Senin.
Pemkab Bangka Tengah menargetkan minimal satu kali nobar di setiap kecamatan. Namun, jadwal bisa ditambah jika antusiasme warga tinggi dan ada pertandingan yang dinilai menarik. Enam kecamatan yang masuk daftar adalah Koba, Lubuk Besar, Namang, Simpang Katis, Sungaiselan, dan Pangkalanbaru.
Hingga kini, empat kecamatan sudah kebagian jadwal. Dua sisanya menyusul dalam waktu dekat.
Setiap pelaksanaan nobar, pelaku UMKM unggulan khas Bangka Tengah difasilitasi untuk berjualan. Produk lokal seperti kerupuk gabus, kopi robusta Bangka, hingga kain cual dipasarkan langsung ke pengunjung yang datang menonton.
"Kegiatan seperti ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi pelaku UMKM. Di sisi lain, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai pelayanan publik yang kami sediakan," kata Syarifullah.
Pemerintah daerah juga menghadirkan layanan administrasi kependudukan, perizinan, dan konsultasi program bantuan sosial agar warga tidak perlu jauh-jauh ke kantor pemerintahan.
Untuk menarik lebih banyak warga, panitia menggelar kuis berhadiah dan membagikan door prize. Kegiatan ini mendapat sambutan dari berbagai kalangan, mulai pemuda, tokoh masyarakat, perangkat kecamatan, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Syarifullah berharap nobar yang dipadukan dengan pasar UMKM dan pelayanan publik bisa terus berlanjut. Menurutnya, ini menjadi cara efektif mempererat silaturahim warga, memperkuat kebersamaan, dan mendorong pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan di Bangka Tengah.