PANGKALPINANG — Sebanyak 14 titik panas terpantau di wilayah Kepulauan Bangka Belitung pada Senin (6/7/2026), meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 12 titik. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel, Sandy Aji, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim reaksi cepat dan masyarakat peduli api untuk berpatroli di desa-desa yang terdeteksi rawan.
Berdasarkan data BMKG Provinsi Kepulauan Babel, titik panas tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Kabupaten Bangka menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni lima titik di Kecamatan Mendo Barat dan Riau Silip.
Kabupaten Bangka Tengah menyusul dengan dua titik panas di Kecamatan Lubuk Besar dan Namang. Sementara itu, di Pulau Belitung, empat titik panas terdeteksi di Kecamatan Membalong dan Sijuk, serta tiga titik lainnya di Belitung Timur, tepatnya di Kecamatan Kelapa Kampit dan Manggar.
"Kondisi cuaca panas yang terik dampak fenomena alam El Nino Godzilla menjadi pemicu utama peningkatan titik panas ini," ujar Sandy Aji. Ia memperkirakan jumlah titik panas akan terus bertambah hingga puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada September 2026.
Fenomena El Nino tahun ini disebut lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. Suhu udara rata-rata naik satu hingga tiga derajat Celcius, yang mempercepat proses pengeringan biomassa di kawasan hutan dan perkebunan.
Kepala BMKG Kepulauan Babel, Eko Sulistyo Nugroho, menegaskan bahwa musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan curah hujan di bawah normal. "Kami memperkirakan puncak musim kemarau tahun ini terjadi pada September dengan kondisi hujan bersifat di bawah normal, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan sangat tinggi," katanya.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar area perkebunan dan hutan, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Patroli gabungan akan terus digencarkan guna mencegah karhutla meluas hingga puncak musim kemarau nanti.