KOBA — Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut revitalisasi lembaga pendidikan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu layanan di daerah. Dari total 37 usulan, 24 di antaranya merupakan sekolah dasar dan 13 sisanya adalah lembaga pendidikan anak usia dini.
Pemerintah daerah tidak hanya mengincar bantuan untuk SD dan PAUD. Algafry mengungkapkan bahwa pihaknya juga berpeluang memperoleh bantuan revitalisasi untuk jenjang SMP melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Kita sempat berkomunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat beliau berkunjung ke daerah ini, bahwa akan ada bantuan revitalisasi untuk tingkat SMP,” ujarnya di Koba, Senin.
Menurut Algafry, dukungan pemerintah pusat sangat krusial karena kemampuan anggaran daerah masih terbatas. Ia mengapresiasi respons positif menteri yang memprioritaskan program revitalisasi untuk daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Selain revitalisasi, Algafry juga menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Namang. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 30 hektare dan mendapat dukungan penuh dari Kemendikdasmen.
“SNT sepertinya kita memiliki titik terang, selain lahan sudah disiapkan seluas 30 hektare di Desa Namang, juga mendapat dukungan penuh dari Kemendikdasmen RI,” katanya.
Bangka Tengah menjadi salah satu daerah prioritas dalam program pembangunan SNT yang berada langsung di bawah kementerian. Saat ini proses terus berjalan, mulai dari pembersihan lahan hingga hibah lahan dari daerah ke Kemendikdasmen.