BANGKA SELATAN — Ratusan warga dari berbagai usia antusias mengikuti Lomba Makan Durian yang digelar Honda Babel di Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan. Acara yang berlangsung sejak siang hari ini menyedot perhatian warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan para peserta berlomba menghabiskan durian dalam waktu tercepat.
Lomba yang dimulai pukul 13.00 WIB ini terbagi dalam dua kategori, yakni anak-anak dan dewasa. Sorak-sorai penonton mengiringi setiap peserta yang berjuang merebut hadiah jutaan rupiah, menciptakan suasana kompetisi yang meriah dan penuh kejutan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian Honda Babel terhadap roda perekonomian masyarakat. Seluruh durian yang digunakan dalam lomba dibeli langsung dari para petani Desa Sebagin, sehingga memberikan manfaat nyata melalui peningkatan penyerapan hasil panen.
Hariansyah, selaku PIC Promotion Honda Babel, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat secara langsung.
"Honda Babel tidak hanya ingin menghadirkan produk dan layanan terbaik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Lomba Makan Durian ini, kami ingin membantu petani lokal dengan membeli hasil panen mereka sekaligus menghadirkan hiburan yang dapat dinikmati masyarakat," ujar Hariansyah.
Musim panen durian di Desa Sebagin tahun ini terasa semakin istimewa dengan adanya kegiatan ini. Di tengah melimpahnya hasil panen, petani lokal kerap menghadapi tantangan dalam penyerapan produk mereka ke pasar.
Dengan membeli langsung dari petani, Honda Babel membantu mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat. Langkah ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta bisa berperan aktif dalam mendukung ekonomi lokal tanpa harus menunggu program pemerintah.
Antusiasme warga terlihat sejak siang hari, di mana kawasan acara dipenuhi peserta dan penonton. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga di tengah musim panen yang biasanya identik dengan kelimpahan buah.
Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan bisa terus digelar secara rutin, tidak hanya untuk mendongkrak penjualan durian lokal, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat di Bangka Belitung.