PANGKALPINANG — Bazar Durian Cumasi 2026 yang resmi dibuka di Destar Point pada Minggu (5/7/2026) menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi Pangkalpinang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Wali Kota Saparudin, meninjau langsung kesiapan lokasi pada Sabtu (4/7/2026). Ia menegaskan bahwa acara ini sepenuhnya mandiri secara pendanaan.
“Bazar Durian di Destar Point diselenggarakan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan pemasaran durian lokal dan produk UMKM,” ujar Juhaini di lokasi acara.
Pemerintah kota sengaja mengangkat Durian Cumasi—yang juga dikenal sebagai Durian Namlung—sebagai ikon utama. Varietas ini dinilai memiliki nilai komparatif tinggi karena dagingnya tebal, teksturnya lembut, dan rasa manis legit dengan sedikit sensasi pahit.
“Kenapa kita angkat Durian Cumasi? Karena saat ini varietas ini sedang tren, baik di Bangka Belitung maupun di seluruh Indonesia. Selain rasanya yang premium, pembibitannya sudah meluas dan sangat cocok dengan kondisi tanah daerah kita,” jelas Juhaini.
Juhaini memaparkan bahwa bazar ini dirancang untuk mencapai delapan sasaran sekaligus. Mulai dari memperkenalkan durian khas Bangka Belitung ke khalayak luas, meningkatkan pendapatan petani dan pedagang, hingga menggerakkan ekonomi lintas sektor seperti UMKM kuliner, kerajinan, transportasi, dan jasa.
Selain itu, acara ini juga bertujuan menarik wisatawan pecinta durian ke Pangkalpinang, menjadi wadah promosi produk unggulan UMKM lokal, serta membangun citra kota sebagai pusat wisata kuliner dan ekonomi kreatif. “Mempererat kerja sama pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat juga menjadi target kami,” tambahnya.
Di lokasi bazar, pengunjung tidak hanya bisa membeli durian utuh. Sejumlah stan sudah mulai beroperasi dan menawarkan beragam olahan inovatif, seperti kebab durian, serta produk kerajinan dan kuliner khas lainnya. Pemerintah kota juga mengadakan lomba durian untuk menetapkan juara pertama dan kedua sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas hasil petani lokal.
“Di lokasi, sejumlah stan sudah mulai beroperasi. Selain durian utuh, pengunjung juga bisa menjumpai beragam olahan inovatif seperti kebab durian serta produk kerajinan dan kuliner khas lainnya,” tutur Juhaini.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen menjadikan Destar Point sebagai lokasi tetap untuk bazar serupa pada setiap musim panen mendatang. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan pendapatan pelaku usaha serta menjadikan kawasan tersebut pusat kegiatan ekonomi unggulan daerah.
Di sesi akhir acara, panitia juga membagikan hadiah bagi juara tercepat membelah durian dan menggelar senam bersama. “Kita akan terus galakkan kegiatan ini di lokasi ini, untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan bahwa Durian Cumasi juga ada di Pangkalpinang,” pungkas Juhaini.