JAKARTA — Pasar modal Indonesia membuka akhir pekan dengan sentimen positif. IHSG meninggalkan level psikologis 5.800 yang sempat tertekan pada hari-hari sebelumnya.
Penguatan IHSG diikuti oleh kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45. Indeks ini naik 6,97 poin atau 1,23 persen ke posisi 572,46.
Aksi beli investor menyasar saham berkapitalisasi besar dengan fundamental kuat. Data Bursa Efek Indonesia mencatat volume transaksi di awal perdagangan cukup deras.
Meski belum ada katalis baru signifikan dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif data ekonomi global yang lebih stabil. Tekanan inflasi di Amerika Serikat yang mulai mereda memperkuat ekspektasi pelonggaran suku bunga acuan global.
Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih di pasar reguler pada awal sesi. Sinyal ini menunjukkan modal asing mulai kembali melirik aset berisiko di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Analis pasar modal menilai level 5.800 kini menjadi support terdekat yang harus dipertahankan IHSG. Jika penguatan berlanjut hingga penutupan, indeks berpotensi menguji level resisten di kisaran 5.850.
Volatilitas masih menjadi ancaman utama. Pelaku pasar disarankan waspada terhadap sentimen eksternal, terutama data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan depan.
Pewarta: Muhammad Heriyanto