KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Perusahaan ingin menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah kebutuhan utama, bukan pelengkap.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap pekerja semakin memahami pentingnya bekerja sesuai prosedur, menggunakan alat pelindung diri secara benar, serta mampu mengidentifikasi dan mengendalikan potensi risiko di tempat kerja," ujar Fadillah dalam keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).
Dalam sesi pelatihan, narasumber Anggiat MS memaparkan prinsip-prinsip dasar K3, mulai dari identifikasi potensi bahaya hingga pengendalian risiko. Peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan safety equipment untuk pekerjaan di ketinggian.
Pelatihan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman tentang tantangan penerapan keselamatan di lapangan, termasuk cara mengatasi kelalaian yang sering terjadi saat jam kerja sibuk.
Fadillah berharap budaya keselamatan yang kuat bisa menekan angka kecelakaan kerja secara signifikan. Dengan pekerja yang patuh terhadap standar K3, aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal di Pelindo Regional 1 diharapkan berjalan lebih aman dan produktif.
Komitmen ini sejalan dengan target perusahaan untuk mendukung operasional kepelabuhanan yang berkelanjutan. Pelindo Regional 1 menargetkan agar setiap individu di lingkungan kerja mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan risiko, bukan hanya mengandalkan tim K3 semata.