PANGKALPINANG — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bangka Belitung mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan soal ekspor. PLN UIW Babel melalui HUB UMK menggelar sarasehan bertajuk "Menuju Go Ekspor" yang berlangsung secara hybrid, baik tatap muka di kantor HUB UMK maupun daring via Zoom.
General Manager PLN UIW Bangka Belitung, Ira Savitri, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pemberdayaan UMKM tidak hanya soal penyediaan listrik yang andal, tetapi juga membuka akses terhadap pengetahuan dan jejaring.
"PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan daya saing UMKM. Melalui HUB UMK PLN, kami ingin membuka akses pengetahuan, jejaring, dan peluang agar pelaku usaha lokal Bangka Belitung mampu berkembang hingga menembus pasar global," ujar Ira Savitri dalam keterangan tertulis yang diterima di Pangkalpinang, Rabu.
Dalam sesi materi, Agung Hermawan, Pejabat Fungsional Pemeriksa Bea Cukai Pangkalpinang, memaparkan tahapan administrasi ekspor. Mulai dari dokumen yang harus disiapkan hingga berbagai kemudahan yang bisa dimanfaatkan UMKM.
Agung menegaskan bahwa ekspor bukan hanya domain perusahaan besar. Pelaku UMKM memiliki peluang yang sama, asalkan memahami regulasi dan menjaga kualitas produk.
"Ekspor bukan hanya untuk perusahaan besar. Saat ini UMKM juga memiliki peluang yang sama untuk memasuki pasar internasional. Yang terpenting adalah memahami regulasi, melengkapi persyaratan, menjaga kualitas produk, dan terus meningkatkan daya saing. Bea Cukai siap menjadi mitra bagi UMKM dalam memberikan pendampingan dan informasi terkait proses ekspor," ungkap Agung Hermawan.
Manager HUB UMK Babel, Rizkan Famulakhih, mengakui bahwa banyak UMKM binaan yang sudah menghasilkan produk berkualitas. Namun, mereka masih terkendala dalam hal pemahaman prosedur ekspor, regulasi, dan strategi masuk ke pasar global.
"Melalui sarasehan ini, kami menghadirkan narasumber yang kompeten sehingga peserta memperoleh informasi yang praktis dan aplikatif untuk memulai ekspor," jelas Rizkan.
Salah satu peserta, Nur Rizkiana, Owner Keritcu Super Sindi, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai materi yang disampaikan sangat membantu untuk memahami tahapan ekspor secara menyeluruh.
"Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM untuk lebih memahami proses ekspor secara menyeluruh. Semoga melalui kegiatan seperti ini, semakin banyak UMKM yang termotivasi dan siap membawa produk lokal Bangka Belitung ke pasar global," ujar Nur Rizkiana.
Selama diskusi, peserta aktif bertanya seputar persyaratan legalitas, mekanisme pengiriman barang ke luar negeri, hingga strategi mencari pasar ekspor. PLN UIW Bangka Belitung berharap sinergi antara PLN, Bea Cukai, dan pemangku kepentingan lainnya bisa menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.