PANGKALPINANG — Refleks menarik tuas rem mendadak saat panik masih menjadi penyebab utama pengendara kehilangan kendali di jalan. Instruktur Safety Riding Honda Babel menekankan bahwa pengereman yang aman bukan sekadar soal berhenti cepat, melainkan bagaimana motor tetap stabil selama proses perlambatan.
“Pengereman yang baik bukan hanya soal berhenti dengan cepat, tetapi bagaimana pengendara tetap mampu mengendalikan sepeda motor dengan aman,” ujar Instruktur Safety Riding Honda Babel dalam keterangan yang diterima, Senin.
Instruktur menjelaskan bahwa kunci utama pengereman aman adalah menggunakan rem depan dan rem belakang secara bersamaan. Gaya pengereman yang terdistribusi seimbang membuat motor tidak mudah oleng atau terkunci.
Pengereman harus dilakukan secara bertahap, bukan mendadak. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan perlahan sejak melihat potensi bahaya di depan, bukan menunggu hingga jarak sangat dekat.
Selain teknik pengereman, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan menjadi faktor krusial. Jarak yang cukup memberi waktu bagi pengendara untuk melakukan pengereman bertahap tanpa panik.
Kecepatan juga wajib disesuaikan dengan kondisi jalan. Di jalan licin atau basah, risiko tergelincir saat pengereman mendadak meningkat drastis. Honda Babel mengingatkan pengendara untuk selalu fokus dan mengantisipasi situasi lalu lintas sekitar.
Melalui kampanye #Cari_Aman, Honda Babel membagikan panduan praktis yang bisa diterapkan pengendara setiap hari:
“Biasakan menjaga jarak, mengatur kecepatan, dan melakukan pengereman secara bertahap agar perjalanan lebih aman dan nyaman,” pesan Instruktur Safety Riding Honda Babel.
Honda Babel berkomitmen terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai program keselamatan berkendara. Budaya #Cari_Aman diharapkan semakin melekat dalam aktivitas sehari-hari pengendara motor di Bangka Belitung.