KOBA — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah tidak lagi hanya fokus pada peningkatan produksi cabai dan bawang merah. Kini, mereka mulai memperluas ragam tanaman bernilai ekonomi tinggi yang bisa ditanam petani di lahan setempat.
Salah satu terobosan terbaru adalah uji coba budidaya wortel di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Selan. Hasil panen perdana menunjukkan tanaman yang selama ini identik dengan dataran tinggi ternyata mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di Bangka Tengah setelah diterapkan teknik budidaya yang tepat.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah, Dian Akbarini, mengatakan diversifikasi komoditas menjadi fokus utama pengembangan sektor hortikultura. Tujuannya agar petani memiliki lebih banyak pilihan usaha yang sesuai dengan potensi lahan dan kebutuhan pasar.
"Pengembangan hortikultura di Bangka Tengah saat ini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi cabai dan bawang merah, tetapi lebih memperluas diversifikasi komoditas agar petani memiliki lebih banyak pilihan usaha," kata Dian di Koba, Senin.
Sebelum merambah wortel, Pemkab Bangka Tengah lebih dulu mengembangkan sentra durian unggul seluas 22 hektare yang tersebar di enam kecamatan. Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian dengan penyaluran 2.200 bibit durian bersertifikat kepada kelompok tani untuk membentuk kawasan produksi buah unggulan.
Untuk memastikan pasokan benih bermutu secara berkelanjutan, pemerintah daerah juga membangun nursery hortikultura. Nursery ini memproduksi bibit cabai merah, cabai rawit, bawang merah, semangka, sayuran daun, dan sayuran buah.
Dian menegaskan pengembangan komoditas baru tidak berhenti pada penyediaan bibit. Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan penyuluh, penguatan sarana produksi, hingga dukungan pascapanen agar tercipta sistem usaha tani yang berkelanjutan.
"Kami menyiapkan dukungan dari sisi hulu melalui penyediaan bibit unggul, pembangunan nursery, pendampingan penyuluh, hingga penguatan sarana pascapanen," ujar Dian.
Diversifikasi komoditas ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di Bangka Tengah. Program dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan pengembangan komoditas strategis seperti cabai merah dan bawang merah sebagai tanaman utama.