PANGKALPINANG — Sebanyak 852 kader posyandu se-Kota Pangkalpinang kini tidak lagi hanya fokus pada imunisasi dan gizi balita. Mereka diperbantukan sebagai tenaga garda terdepan dalam menekan laju penularan HIV/AIDS dan Tuberkulosis (TB) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Hisar Manalu, mengatakan bahwa para kader ini adalah "senjata" pemerintah daerah untuk menjangkau warga yang tidak sempat atau enggan datang ke puskesmas. "Para kader ini adalah senjata kita dalam penanggulangan penularan AIDS dan TB ini, sehingga orang-orang yang tidak sempat atau malu ke puskesmas lebih terjangkau dan curhat kondisi kesehatan penderita penyakit menular ini," ujarnya di Pangkalpinang, Senin.
Menurut Hisar, kader posyandu memiliki keunggulan dibandingkan petugas kesehatan reguler karena mereka lebih diterima dan bisa masuk lebih dalam ke tengah masyarakat. Tugas utama mereka bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga pemantauan langsung kondisi lingkungan para penderita.
"Para kader ini akan memantau dan menyosialisasikan pencegahan dini penularan virus AIDS dan TB ini di posyandu dan rumah-rumah warga," jelasnya. Mereka juga diminta melaporkan temuan di lapangan, seperti kondisi rumah penderita TB yang kumuh dan lembab, kepada petugas kesehatan atau pihak kelurahan untuk ditindaklanjuti.
Data Dinas Kesehatan Pangkalpinang mencatat, selama periode Januari hingga Maret 2026, ditemukan 32 kasus HIV/AIDS dan 152 kasus TB. Satu kasus malaria juga terdeteksi pada periode yang sama.
"Saat ini tren penyakit menular AIDS dan TB ini masih tinggi, sehingga perlu penanggulangan yang cepat dalam menekan kasus penyakit menular ini," kata Hisar. Pengerahan kader posyandu dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat deteksi dini dan memastikan penderita mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Dinkes Kota Pangkalpinang secara bertahap telah meningkatkan kapasitas para kader melalui pelatihan khusus agar mereka mampu mengidentifikasi gejala awal serta memahami protokol penanganan penularan virus. Temuan dari para kader nantinya akan dikoordinasikan dengan petugas kesehatan dan aparat kelurahan untuk ditindaklanjuti secara cepat.