TOBOALI — Sebanyak 20 peserta dari Komunitas Solidaritas Angkutan Darat Kabupaten Bangka Selatan mengikuti deklarasi yang digelar di Simpang Lima Toboali, Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen para pengemudi ojek dan travel untuk berkontribusi langsung dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.
Ketua Solidaritas Angkutan Darat Aditya Rivaldo menyebut bahwa keamanan, keselamatan, dan ketertiban di Kabupaten Bangka Selatan merupakan tanggung jawab bersama. Menurut dia, para pengemudi memiliki kepentingan langsung terhadap situasi yang aman karena berpengaruh pada kelancaran aktivitas masyarakat dan keberlangsungan mata pencaharian mereka.
"Keamanan, keselamatan, dan ketertiban khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Selatan merupakan tanggung jawab bersama," kata Aditya Rivaldo.
Melalui deklarasi ini, komunitas yang dipimpin Aditya Rivaldo dengan total 25 anggota ini diharapkan menjadi mitra strategis aparat. Aditya menambahkan, kegiatan ini dapat menjadi wadah komunikasi yang efektif antara masyarakat, komunitas transportasi, dan pemangku kepentingan.
"Sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan demi terwujudnya kondusivitas wilayah," ujarnya.
Wakil Ketua Herman menyampaikan komitmen seluruh anggota untuk tidak terlibat dalam tindakan provokatif maupun aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Jika ditemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, komunitas berkomitmen segera berkoordinasi dengan aparat terkait.
"Apabila ditemukan permasalahan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, komunitas berkomitmen segera berkoordinasi dengan aparat terkait agar dapat ditangani secara cepat dan tepat," ujar Herman.
Dalam kesempatan tersebut, seluruh anggota membacakan deklarasi yang berisi komitmen menjaga solidaritas dan toleransi di Bangka Selatan. Mereka juga menolak segala bentuk provokasi yang dapat merusak persatuan serta mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.