TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Kantor Bupati, Senin (29/6). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab setempat dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Debby Vita Dewi.
Membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Debby menyebut peringatan Harganas sebagai momentum refleksi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity—yang menuntut keluarga menjadi benteng pertama.
"Keluarga yang tangguh bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan. Ketahanan keluarga menjadi fondasi penting agar bangsa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan zaman," ujarnya.
Menurut Debby, fase bonus demografi yang sedang berlangsung merupakan peluang emas menuju Indonesia Emas 2045. Namun, peluang itu hanya bisa dimanfaatkan jika didukung sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia menyebut tiga pilar utama pembangunan SDM harus dimulai dari lingkungan keluarga: kesehatan, pendidikan karakter, serta ketahanan mental dan spiritual. "Upaya pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan, penanaman nilai-nilai karakter, hingga terciptanya lingkungan keluarga yang harmonis menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi unggul," katanya.
Dalam pidatonya, Debby secara khusus menyoroti pentingnya kehadiran ayah dalam proses pengasuhan. Ia menegaskan bahwa peran ayah tidak sekadar sebagai pencari nafkah, melainkan juga harus hadir secara emosional mendampingi tumbuh kembang anak.
"Saya minta kepada orang tua agar bijak dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak. Penggunaan teknologi yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan karakter, kemampuan bersosialisasi, hingga kesehatan mental generasi muda," ujarnya.
Debby juga mengingatkan bahwa keluarga diharapkan menjadi benteng utama mencegah berbagai persoalan sosial. Mulai dari perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan.
"Penguatan fungsi keluarga menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak," ujarnya.
Di akhir pidato, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan Harganas sebagai momentum memperkuat komitmen membangun keluarga yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh. "Pemerintah akan terus menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada keluarga. Namun, keberhasilan pembangunan bangsa tetap bermula dari keluarga sebagai tempat pertama membentuk karakter dan kualitas sumber daya manusia," pungkasnya.