MSI Prestige 16 AI+ Ganti Layar ke OLED, Tapi Performa dan Baterai Justru Turun

Penulis: Syahrul Karim  •  Senin, 29 Juni 2026 | 10:42:01 WIB
MSI Prestige 16 AI+ hadir dengan layar OLED 2.8K dan desain lebih tipis.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — MSI memperbarui lini laptop profesionalnya lewat Prestige 16 AI+, yang kini mengusung desain lebih tipis dan layar OLED 2.8K 120Hz. Namun, pengujian selama dua pekan mengungkap sejumlah kelemahan signifikan dibandingkan model sebelumnya, Prestige 16 AI Evo.

Desain Lebih Ramping, Touchpad Lebih Pintar

Dengan dimensi 14 x 10 x 0,46–0,54 inci dan bobot hanya 3,5 pon (1,58 kg), Prestige 16 AI+ lebih ringan dari Dell XPS 16 (2026) dan Samsung Galaxy Book 6 Pro. Chassis aluminium abu-abu terasa premium dan nyaman digenggam.

Fitur paling menonjol adalah Action Touchpad yang bisa dikustomisasi. Double-tap pojok kiri atas membuka kalkulator, geser ke kiri/kanan di tepi atas untuk memundurkan atau memajukan video, dan geser naik/turun di sisi kiri untuk volume. Setelah terbiasa, touchpad ini mempercepat navigasi tanpa menyentuh keyboard.

Layar OLED: Peningkatan Terbesar

Beralih dari panel IPS ke layar OLED 16 inci resolusi 2.8K (2880 x 1800) dengan refresh rate variabel 120Hz adalah keputusan tepat. Cakupan warna 100% DCI-P3 dan deep black membuat konten multimedia—dari spreadsheet hingga trailer film—tampak memukau. MSI juga menyertakan beberapa mode tampilan seperti True Color Display P3, sRGB, dan low blue light, yang berguna untuk editing foto dan video ringan.

Performa: Di Bawah Ekspektasi dan Lebih Panas

Ditenagai Intel Core Ultra 7 355 (Panther Lake), RAM 32GB, dan SSD 1TB, laptop ini mampu membuka 30 tab Chrome sambil streaming video tanpa lag. Namun, hasil benchmark justru mengecewakan.

  • Geekbench single/multi-core: 2.718 / 11.350 — kalah dari Prestige 16 AI Evo (2.900 / 17.385) yang lebih murah.
  • Handbrake video editing: 7 menit 39 detik — jauh lebih lambat dari pendahulunya yang hanya 4 menit 12 detik.

Masalah lain adalah suhu yang sangat panas. Saat hanya menjalankan menu utama Overwatch di pengaturan terendah, area keyboard deck terasa hampir terbakar. MSI membatasi daya adaptor ke 65W, sehingga Turbo Boost tidak bisa dioptimalkan. Untuk pekerjaan grafis berat atau gaming, laptop ini tidak disarankan.

Port dan Baterai: Kemunduran yang Mengganggu

MSI menghilangkan slot kartu SD yang sangat dibutuhkan fotografer dan videografer. Padahal, laptop ini dipasarkan untuk "business elites" dan pekerja kreatif. Port yang tersisa: 2x Thunderbolt 4 (USB-C) dengan Power Delivery dan DisplayPort, 2x USB-A 3.2 Gen 1, HDMI 2.1, dan jack 3,5 mm.

Daya tahan baterai juga menurun dibandingkan generasi sebelumnya, meski bahan artikel tidak menyebutkan angka spesifik. Hal ini membuat mobilitas jadi kurang optimal untuk penggunaan seharian penuh tanpa charger.

Harga dan Varian: Pilih yang Tepat

Harga sangat bervariasi tergantung pasar dan konfigurasi:

  • AS: $1.799 (Core Ultra X7 358H) di Costco — varian yang direkomendasikan karena performa lebih baik.
  • AS (Flip 2-in-1): $2.149 dengan spesifikasi sama seperti unit review, atau $2.229 dengan Core Ultra X9 388H di Best Buy.
  • Inggris: £1.279 untuk model Core Ultra 7 355 — harga yang lebih masuk akal.

Untuk pengguna di Indonesia, belum ada informasi harga resmi. Namun, dengan estimasi kurs Rp16.500/USD, varian termurah di AS setara sekitar Rp29,7 juta, belum termasuk pajak dan bea masuk.

Kesimpulan: Cantik Tapi Kompromi

MSI Prestige 16 AI+ unggul di desain ramping dan layar OLED yang memanjakan mata. Touchpad cerdas juga menjadi nilai tambah untuk produktivitas. Namun, performa yang lebih rendah dari pendahulu, baterai lebih boros, panas berlebih, dan harga tinggi di AS membuatnya sulit direkomendasikan secara mutlak.

Siapa yang cocok? Profesional yang sangat mengutamakan portabilitas dan kualitas layar untuk pekerjaan ringan—bukan untuk rendering video atau gaming. Jika performa jadi prioritas, pertimbangkan MSI Stealth 16 AI+ (2026) dengan chip Intel Panther Lake yang lebih bertenaga, atau cukup cari varian Prestige 16 AI+ dengan prosesor Core Ultra X7 di harga $1.799.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top