Inflasi Perabot Rumah Tangga di Bangka Barat Melambat Jadi 0,18% pada Mei 2026, Furnitur Justru Naik Tajam

Penulis: Hendrizal Satria  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:52:01 WIB
Inflasi perabot rumah tangga Bangka Barat melambat menjadi 0,18% pada Mei 2026.

BANGKA BARAT — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Kabupaten Bangka Barat berada di level 100,86 pada Mei 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi April 2026 yang sebesar 100,68.

Inflasi tahunan (year on year/yoy) kelompok ini tercatat sangat tipis, hanya 0,05%. Sementara itu, jika dihitung dari awal tahun (year to date/ytd), akumulasi inflasi sudah mencapai 0,84%.

Harga Furnitur dan Karpet Melonjak, Ongkos Perawatan Justru Turun

Data BPS menunjukkan pergerakan harga di dalam kelompok ini tidak seragam. Subkelompok furnitur, perlengkapan, dan karpet menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan lonjakan harga mencapai 1,84%. Kenaikan ini menempatkannya sebagai subkelompok dengan inflasi tertinggi kedua di antara seluruh subkelompok yang diukur BPS di Bangka Barat.

Sebaliknya, kelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin justru mengalami deflasi alias penurunan harga sebesar 0,42%. Artinya, biaya untuk jasa perawatan atau pembelian bahan pembersih rumah tangga di Bangka Barat pada Mei lalu lebih murah dibandingkan bulan sebelumnya.

Peringkat Nasional: Bangka Barat di Urutan 103

Dibandingkan dengan 144 kabupaten/kota lain yang datanya dihimpun BPS, inflasi perlengkapan rumah tangga di Bangka Barat tergolong rendah. Daerah ini menempati urutan ke-103 secara nasional.

Inflasi tertinggi untuk kelompok ini terjadi di Kota Pematang Siantar yang mencapai 4,25%, disusul Kabupaten Sorong (2,1%) dan Kabupaten Konawe (1,92%). Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Lebak yang justru mengalami deflasi sebesar 1,54% dengan IHK di level 99,6.

Angka Inflasi Nasional Jadi Pembanding

Secara nasional, rata-rata inflasi kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,34% dengan IHK rata-rata 105,09. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Bangka Barat masih berada di bawah rata-rata nasional.

Meski inflasi secara umum melambat, kenaikan harga furnitur yang cukup tajam patut diwaspadai. Hal ini bisa berdampak pada pengeluaran rumah tangga yang berencana membeli perabot baru atau melakukan renovasi ringan dalam waktu dekat.

Reporter: Hendrizal Satria
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top