SUNGAILIAT — Warga Rusunawa Lingkungan Nelayan II dan anggota PKK Sungailiat mendapat kesempatan belajar langsung dari pelaku UMKM yang telah berhasil mengembangkan usaha pengolahan hasil laut. PT TIMAH menggandeng Getas Afifah, mitra binaan yang telah bergabung sejak 2018, untuk berbagi pengalaman dan praktik produksi di tengah masyarakat.
Pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah hasil tangkapan nelayan menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Peserta diajarkan teknik pembuatan ampiang dan kericu, dua produk olahan ikan khas yang potensial dipasarkan di Bangka Belitung.
Getas Afifah merupakan UMKM binaan PT TIMAH yang berlokasi di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah. Selama delapan tahun, usaha ini terus berkembang dan kini dikenal sebagai salah satu pengolah hasil laut di wilayah tersebut.
Salah satu pengelola Getas Afifah, Dina Maria, mengungkapkan bahwa Desa Kurau memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil ikan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku. Dalam kondisi tertentu, mereka harus mendatangkan ikan dari daerah lain, seperti Kabupaten Bangka Selatan, agar produksi tetap berjalan.
“Ketersediaan bahan baku memang kadang tidak menentu. Kami harus mencari ikan dari luar daerah supaya produksi ampiang dan kericu tidak berhenti,” ujar Dina Maria.
Kegiatan ini diikuti oleh warga Rusunawa Lingkungan Nelayan II, anggota PKK Sungailiat, serta masyarakat dari Lingkungan Nelayan I dan II. Melibatkan mitra binaan sebagai pemateri, PT TIMAH berharap peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga inspirasi dari pelaku usaha yang sudah terbukti berhasil.
Program pembinaan UMKM berkelanjutan ini menjadi salah satu upaya PT TIMAH mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Dengan keterampilan mengolah hasil laut, warga diharapkan mampu menciptakan produk bernilai tambah yang bisa bersaing di pasar lokal maupun regional.
Bagi warga Sungailiat yang tinggal di lingkungan nelayan, pelatihan seperti ini membuka peluang untuk memulai usaha rumahan. Produk seperti ampiang dan kericu memiliki pasar yang cukup luas, terutama di kalangan wisatawan dan toko oleh-oleh khas Bangka Belitung.