PANGKALPINANG — Sebanyak 48 pencari kerja di Kepulauan Bangka Belitung mengikuti pelatihan kerja berbasis kompetensi yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kepala Disnaker Provinsi Kepulauan Babel, Yamowa'a Laurens Saut Hotlan Harefa, mengatakan pelatihan ini merupakan upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal.
Para peserta dibagi ke dalam tiga kelas pelatihan dengan masing-masing diikuti 16 orang. Kelas pertama adalah pelatihan mesin bubut, kelas kedua barista, dan kelas ketiga perawatan sepeda motor injeksi. Setiap kelas berlangsung selama 26 hingga 30 hari.
"Hari ini, kita sudah memulai pelatihan kerja yang diikuti 48 orang pencari kerja," kata Yamowa'a di Pangkalpinang, Kamis.
Setelah menyelesaikan pelatihan, setiap peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Disnaker juga akan merekomendasikan mereka ke perusahaan-perusahaan di daerah tersebut agar bisa langsung terserap di dunia kerja.
"Para peserta ini nantinya akan mendapatkan sertifikat dan mereka juga akan direkomendasikan ke perusahaan-perusahaan agar mereka bisa bekerja di perusahaan tersebut," ujarnya.
Pelatihan ini menyasar pencari kerja dari kalangan menengah ke bawah. Yamowa'a berharap perusahaan-perusahaan di Bangka Belitung lebih memberdayakan tenaga kerja lokal yang telah terlatih.
"Kita berharap perusahaan-perusahaan memberdayakan pencari kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan ini, sehingga dapat mengurangi pengangguran di masyarakat menengah ke bawah ini," katanya.
Menurut Yamowa'a, pelatihan kerja ini penting untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas para pencari kerja lokal, sehingga mereka mampu bersaing di pasar kerja tingkat daerah, luar daerah, maupun luar negeri.