PANGKALPINANG — Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bangka dan PT Timah (Persero) Tbk menghadirkan program penanaman 500 bibit pohon di kawasan Sungai Romodong, Kelurahan Romodong, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan banjir dan erosi yang kerap melanda daerah tersebut.
Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Badan Pengelola DAS Baturusa Cerucuk, Ucok Toni Edward, menegaskan bahwa rehabilitasi kawasan sungai sangat mendesak. "Kondisi lahan terus mengalami tekanan akibat aktivitas masyarakat yang menyebabkan degradasi lingkungan," ujarnya di Sungailiat, Kamis.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka menunjukkan luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu mencapai sekitar 11.000 hektare. Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Bangka, Fifin Maliana, mengapresiasi langkah PT Timah. "Pemulihannya tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk mengurangi lahan kritis secara bertahap," katanya.
Jenis bibit yang ditanam meliputi beringin, aren, nyatoh, dan belangiran. Tanaman-tanaman ini dipilih karena memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi. "Tanaman seperti aren memiliki potensi ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan," tambah Ucok.
Lokasi penanaman di sepanjang Sungai Romodong masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Kawasan ini dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap erosi, sedimentasi, dan kerusakan ekosistem. Ucok menekankan bahwa konservasi tidak hanya soal perlindungan, tetapi juga pemanfaatan berkelanjutan.
"Keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga keberlanjutan pemeliharaannya," ujar Ucok. Ia menambahkan, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat diperlukan agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh optimal.
Menurut Ucok, langkah PT Timah ini merupakan awal yang tepat untuk melakukan konservasi sempadan sungai. Kawasan tersebut memiliki fungsi penting sebagai daerah penyangga antara daratan dan perairan, sekaligus kawasan lindung yang menjaga keseimbangan ekosistem. "Apalagi kawasan ini memiliki fungsi penting dalam pengendalian banjir, mencegah erosi, menjaga ketersediaan air serta melindungi keanekaragaman hayati," pungkasnya.