PANGKALPINANG — Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Pangkalpinang masih bertahan di angka Rp29.000 per kilogram. Angka ini dinilai normal oleh Disperindag, berbeda dengan harga telur ayam kampung yang melonjak hingga Rp83.000 per kilogram akibat pasokan terbatas dari peternak lokal.
Subekti Saputra menjelaskan, konsumsi telur ayam ras di Bangka Belitung tergolong tinggi karena harganya yang murah dan terjangkau oleh semua kalangan. "Konsumsi telur ayam ras ini tinggi, karena harga telur ini yang cukup murah dan terjangkau oleh seluruh kalangan untuk kebutuhan lauk pauk keluarganya," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.
Namun, produksi peternak lokal belum mampu memenuhi permintaan. Para distributor di daerah ini masih mengandalkan pasokan dari peternak di luar provinsi. "Dalam menjaga stabilitas stok dan harga telur ayam ras ini, para distributor pangan ini hanya mengandalkan pasokan dari peternak dari luar daerah," kata Subekti.
Dengan total stok 70,9 ton, Disperindag optimistis kebutuhan masyarakat dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung akan terpenuhi dalam pekan ini. Stok tersebut tersebar di tujuh gudang distributor yang ada di provinsi tersebut.
"Kami berharap penambahan pasokan ini dapat menjaga stabilitas harga telur ayam ras eceran di daerah ini," tambah Subekti.
Berbanding terbalik dengan telur ayam ras, harga telur ayam kampung di pasar tradisional Pangkalpinang mencapai Rp83.000 per kilogram. Lonjakan ini disebabkan oleh ketergantungan pasokan pada peternak lokal yang jumlahnya masih terbatas. Disperindag belum menyebutkan langkah khusus untuk menekan harga telur ayam kampung dalam waktu dekat.