KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Federasi Sepak Bola Pantai Gading (FIF) mengonfirmasi bahwa Elye Wahi tidak bisa mendapatkan izin administratif untuk memasuki Kanada. Akibatnya, pemain depan OGC Nice itu harus tetap berada di Amerika Serikat menunggu kepulangan tim setelah pertandingan grup melawan Jerman, Sabtu (17/6).
Masalah hukum Wahi bermula dari laporan tentang aktivitas taruhan mencurigakan. Otoritas Liga Perancis (LFP) menyatakan telah mendeteksi volume taruhan yang tidak lazim pada kartu kuning yang diterima Wahi saat Nice melawan Metz pada Mei lalu.
Kartu kuning tersebut merupakan yang kelima bagi Wahi di musim itu, yang otomatis membuatnya harus menjalani skorsing. Hukuman itu membuatnya absen di leg pertama play-off degradasi Nice melawan Saint-Etienne pada 26 Mei, yang berakhir imbang 0-0.
Jaksa publik Marseille mengonfirmasi penangkapan seorang pemain Ligue 1 berusia 23 tahun dalam penyelidikan dugaan penipuan terorganisir, korupsi olahraga, dan pencucian uang. Meski tidak menyebut nama, pernyataan itu jelas merujuk pada Wahi yang telah diperiksa dan dibebaskan sementara.
"Sampai saat ini, FIF belum menerima pemberitahuan resmi mengenai proses hukum atau administratif apa pun yang melibatkan dirinya," bunyi pernyataan FIF. Federasi tetap mendukung penuh pemainnya dan menegaskan Wahi masih menjadi elemen penting timnas.
Kasus Wahi menjadi yang kedua di Piala Dunia ini setelah gelandang Ghana, Thomas Partey, juga ditolak masuk Kanada karena proses pidana yang masih berlangsung di Inggris. Partey dinyatakan bersalah memberikan informasi palsu kepada petugas imigrasi Kanada soal catatan kriminalnya.
Setelah menghadapi Jerman di Toronto, Pantai Gading akan melawan Curacao di Philadelphia, Kamis pekan depan. Wahi, yang sempat menjadi starter saat mengalahkan Ekuador, harus menyaksikan laga penting itu dari kejauhan.