PT Timah Tanam 500 Pohon di Sempadan Sungai Romodong Belinyu, Lahan Kritis Capai 11.000 Hektare

Penulis: Yusrizal Ahmad  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 20:48:31 WIB
PT Timah menanam 500 pohon di sempadan Sungai Romodong untuk rehabilitasi lahan kritis.

Ratusan bibit yang ditanam terdiri dari beringin, aren, nyatoh, dan belangiran. Kawasan sempadan sungai dipilih karena fungsinya sebagai daerah penyangga antara daratan dan perairan yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem.

Kolaborasi Lintas Instansi dan Kelompok Tani

Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, BPDAS Baturusa Cerucuk, Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Polsek Belinyu, Koramil 413-01 Belinyu, serta masyarakat setempat. Pelibatan kelompok tani menjadi kunci utama dalam keberlanjutan program.

"Langkah yang dilakukan PT Timah ini merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan konservasi sempadan sungai," ujar Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS BPDAS Baturusa Cerucuk, Ucok Toni Edward. Menurutnya, lokasi tersebut masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) karena kerentanan terhadap erosi, sedimentasi, dan kerusakan ekosistem.

Ucok menambahkan bahwa keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga pemeliharaan berkelanjutan. "Konservasi tidak hanya soal perlindungan dan pengawetan, tetapi juga pemanfaatan yang berkelanjutan. Tanaman seperti aren memiliki potensi ekonomi yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan," katanya.

Lahan Kritis 11.000 Hektare Jadi Pekerjaan Rumah

Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda DLH Kabupaten Bangka, Fifin Maliana, mengapresiasi langkah PT Timah. Ia menyebut upaya penghijauan di hutan lindung dan sempadan sungai menjadi bagian penting pemulihan lahan kritis di Belinyu.

"Tentunya pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan seperti ini menjadi langkah penting untuk mengurangi lahan kritis secara bertahap," katanya. Penanaman di sempadan sungai juga diharapkan memulihkan habitat alami biota perairan dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Warga Siap Rawat, Lurah Dukung Penuh

Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Abu Bakri, menyatakan kesiapan warganya merawat tanaman. "Kalau lahan kosong dibiarkan terus, lama-kelamaan akan rusak. Karena itu penanaman pohon menjadi langkah yang sangat baik untuk masa depan lingkungan," ujarnya.

Lurah Romodong, Meirfransyah, mendukung penuh kegiatan ini dan berharap program rehabilitasi terus berlanjut ke lokasi lain yang membutuhkan pemulihan. "Semoga program rehabilitasi seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lokasi-lokasi lain yang membutuhkan pemulihan," katanya.

Reporter: Yusrizal Ahmad
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top