SUNGAILIAT — Polres Bangka bergerak cepat mengurai masalah distribusi BBM yang belakangan menyulitkan warga. Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra memanggil seluruh pengelola SPBU di wilayah hukumnya, Rabu (17/6), untuk membenahi sistem penyaluran solar, pertalite, hingga pertamax.
Deddy mengaku sudah mengerahkan dua unit satuan khusus sekaligus: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Intelkam. Keduanya ditugaskan mendalami indikasi penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM di lapangan.
"Kasat Reskrim dan Intel sedang mendalami jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.
Dalam pemanggilan itu, Deddy menegaskan bahwa praktik culas pengerit menjadi sasaran utama pemberantasan. Ia menyebut oknum ini menjadi biang kerok utama yang membuat masyarakat kecil kesulitan mendapatkan hak mereka atas BBM bersubsidi.
"Kita akan panggil pengusaha atau pengelola SPBU untuk ditertibkan. Jangan sampai praktik pengerit BBM ini kembali berulang dan menyebabkan masyarakat kesulitan," tegas Deddy.
Untuk mempersempit ruang gerak oknum nakal, Polres Bangka mendesak Pertamina membuka data distribusi BBM secara transparan. Data itu akan menjadi senjata utama polisi dalam melakukan pengawasan ketat di setiap titik penyaluran.
Selain itu, jajaran Polsek di seluruh wilayah Bangka diperintahkan bersiaga penuh di SPBU yang mengalami kepadatan. Langkah ini untuk mengantisipasi gesekan akibat antrean panjang yang bisa memicu stres para pengendara.
Deddy mengingatkan bahwa pengelola SPBU memiliki tanggung jawab penuh secara moral dan operasional. Mereka tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa peduli pada kenyamanan dan keamanan pelanggan.
"Pihak pengelola SPBU harus bertanggung jawab mengatur antrean dan pelayanan dengan baik, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh BBM dengan lancar dan aman," ungkapnya.