PDRB Real Estate Bangka Selatan Tembus Rp435,61 Miliar di 2025, Konsisten Naik 16 Tahun Berturut-turut Tanpa Sekali Pun Turun

Penulis: Afrizal Hidayat  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 16:38:31 WIB
Nilai PDRB real estate Bangka Selatan mencapai Rp435,61 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan 16 tahun berturut-turut.

BANGKA SELATAN — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai PDRB ADHB sektor real estate Kabupaten Bangka Selatan mencapai 435.610 juta rupiah pada akhir 2025. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini tidak pernah sekalipun mengalami kontraksi atau penurunan nilai.

Rata-rata Tumbuh 9,46 Persen Per Tahun

Akumulasi kenaikan nilai sektor real estate di Bangka Selatan mencapai 288,25 persen selama 16 tahun. Rata-rata pertumbuhan tahunan tercatat 9,46 persen. Tahun 2011 menjadi periode dengan lonjakan tertinggi, yakni 21,28 persen, sementara pertumbuhan terendah terjadi pada 2020 yang hanya mencapai 1,80 persen.

Perlambatan Mulai Terlihat dalam Lima Tahun Terakhir

Meski tren tetap naik, laju pertumbuhan sektor ini mulai melambat secara bertahap. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir hanya 5,59 persen, lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir yang sebesar 6,04 persen. Angka ini juga jauh di bawah rata-rata pertumbuhan seluruh periode yang mencapai 9,60 persen.

Peringkat Nasional: Stabil di Kisaran 222-231

Pada 2025, Bangka Selatan menempati peringkat 68 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumatera dan peringkat 231 secara nasional. Posisi ini relatif stagnan dalam lima tahun terakhir, hanya bergerak di rentang 65 hingga 68 di tingkat pulau dan 222 hingga 231 di tingkat nasional. Meski demikian, nilai PDRB tahun 2025 masih berada di atas rata-rata seluruh periode pengamatan.

Bandingkan dengan Daerah Lain: Manokwari Unggul Tipis

Beberapa daerah lain memiliki nilai PDRB real estate yang bersaing ketat dengan Bangka Selatan. Kabupaten Manokwari tercatat sebesar 437.880 juta rupiah dengan pertumbuhan tahunan 12,68 persen, menjadi yang tertinggi di antara wilayah pembanding dan menempati peringkat 228 nasional. Kabupaten Maros mencatat 437.670 juta rupiah dengan pertumbuhan 11,98 persen, berada di peringkat 229. Sementara Kabupaten Berau memiliki nilai 437.240 juta rupiah dengan pertumbuhan 9,18 persen, hanya berselisih 1.630 juta rupiah dari Bangka Selatan.

Di Pulau Sumatera sendiri, Kabupaten Rejang Lebong mencatat nilai 434.420 juta rupiah dengan pertumbuhan 5,61 persen, hanya satu peringkat di bawah Bangka Selatan di tingkat pulau. Kabupaten Tanah Laut dan Demak masing-masing mencatat nilai 428.980 juta rupiah dan 428.030 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi dibandingkan Bangka Selatan.

Apa Artinya bagi Warga Bangka Selatan?

Konsistensi pertumbuhan sektor real estate selama 16 tahun menunjukkan aktivitas properti di Bangka Selatan terus berjalan meski dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif. Namun, perlambatan dalam lima tahun terakhir patut menjadi perhatian bagi pemangku kebijakan daerah. Dorongan investasi dan pembangunan perumahan serta kawasan komersial diperlukan agar sektor ini tetap bergerak dinamis.

Reporter: Afrizal Hidayat
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top