KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Laporan terbaru HP Threat Insights yang dirilis pekan ini menunjukkan tren baru serangan siber yang sulit dikenali. Alih-alih menggunakan malware mencolok, peretas kini memanfaatkan aplikasi remote access yang sudah dikenal dan dipercaya oleh sistem keamanan perangkat.
Sepanjang kuartal pertama 2026, tim peneliti HP Security Lab menemukan pola serangan yang konsisten. Peretas mengirimkan email phishing bertema akhir tahun pajak dan menyebarkan unduhan aplikasi palsu — termasuk installer aplikasi kencan dan alat pemulihan dompet kripto — untuk membujuk korban menginstal aplikasi remote akses.
"Yang menonjol dari kampanye ini adalah betapa mudahnya alat akses jarak jauh yang sah diubah menjadi pintu masuk bagi penyerang," ujar Patrick Schläpfer, Principal Threat Researcher di HP Security Lab.
Begitu terinstal, aplikasi seperti LogMeIn dan ScreenConnect memberi kendali penuh perangkat kepada peretas. Aktivitas ini tampak seperti aktivitas TI rutin, sehingga tidak memicu peringatan dari sistem keamanan.
Laporan yang sama juga mendokumentasikan kampanye ClickFix. Dalam modus ini, peretas menyamarkan malware sebagai file audio melalui situs palsu dan prompt CAPTCHA yang tampak realistis. Korban tanpa sadar mengeksekusi kode berbahaya di latar belakang saat mengira sedang menyelesaikan pemeriksaan keamanan biasa.
Setidaknya 11% dari ancaman email yang teridentifikasi oleh HP Wolf Security selama periode tersebut berhasil melewati satu atau lebih pemindai gateway email. File executable mendominasi pengiriman malware dengan porsi 39%, disusul file arsip 38%, dan dokumen PDF 10%.
Temuan lain yang mengkhawatirkan adalah penggunaan skrip dengan banyak emoji dalam serangan pemulihan dompet kripto palsu. Karakteristik ini konsisten dengan kode yang dibuat menggunakan alat AI-assisted coding, yang dikenal dengan istilah vibe coding.
Ini menandakan bahwa alat bantu coding berbasis AI kini menurunkan hambatan teknis bagi siapa pun untuk membuat malware fungsional. Peretas menargetkan pengguna yang mencari cara memulihkan dompet kripto yang hilang, lalu mencuri kredensial, data dompet, dan informasi sistem sebelum mengemas semuanya ke dalam file arsip untuk dikirim keluar.
"Serangan ini tidak terlihat seperti pembobolan — mereka tampak seperti aktivitas bisnis biasa, menyatu dengan aktivitas TI normal dan menghindari tanda-tanda peringatan yang terkait dengan malware," jelas Alex Holland, Principal Threat Researcher di HP Security Lab.
Holland menyarankan organisasi untuk membatasi hak istimewa yang tidak perlu, mengontrol instalasi perangkat lunak, dan mengisolasi aktivitas berisiko seperti unduhan dan tautan tidak dikenal. Tim keamanan perusahaan disarankan menyesuaikan pertahanan untuk mengantisipasi serangan yang tampak legitimate, bukan mencurigakan.
Bagi pengguna individu, kewaspadaan terhadap email phishing bertema musiman — terutama yang meminta instalasi aplikasi — menjadi langkah pertama yang krusial. Selalu unduh aplikasi dari sumber resmi dan waspadai tautan atau lampiran dari pengirim tidak dikenal.