SUNGAILIAT — Wakil Bupati Bangka Syahbudin mengajak perusahaan swasta yang mengembangkan usaha di daerah itu untuk berperan aktif dalam penanaman bakau. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang kian nyata.
"Saya mengajak pihak swasta ikut berperan menanam tanaman bakau," kata Syahbudin saat penanaman bakau dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di kawasan Pantai Takari, Desa Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin.
Menurut Syahbudin, penanaman bakau tidak hanya berfungsi sebagai tameng abrasi. Ekosistem mangrove juga menjadi habitat penting bagi biota laut dan satwa pesisir. Ia meyakini, keterlibatan swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain akan membuat upaya pelestarian lingkungan lebih efektif.
"Saya berkeyakinan dengan keterlibatan pihak swasta, masyarakat dan pihak pemangku kepentingan yang lain, menjaga dan melestarikan lingkungan akan lebih mudah," katanya.
Dalam kesempatan itu, Syahbudin mengapresiasi langkah PLTU yang telah menyediakan dan menanam 500 batang tanaman bakau di kawasan pantai. Ia berharap gerakan ini bisa memotivasi perusahaan swasta lain untuk melakukan hal serupa.
Selain penanaman bakau, ia juga menyoroti pentingnya menanam tanaman bermanfaat seperti pohon buah-buahan di kawasan bekas tambang bijih timah. Langkah itu dinilai strategis untuk memulihkan lahan kritis yang tersebar di wilayah Bangka.
Wakil bupati menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang baik dan terjaga, kata dia, menjamin kehidupan yang lebih baik di masa depan.
"Jangan mewariskan lingkungan yang rusak ke generasi kita yang akan datang, namun memastikan mewariskan lingkungan yang tetap subur, sehingga ke depan kebutuhan esensial seperti air bersih, udara segar, pangan, dan energi tetap tersedia," ujar dia.