KOTA KOBA — Ratusan warga, pelajar, dan perangkat daerah memadati Alun-Alun Kota Koba sejak pukul 07.30 WIB untuk mengikuti rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar DLH Bangka Tengah. Selain penanaman pohon, panitia juga membagikan totebag dan tumbler sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai. Hiburan edukatif yang melibatkan generasi muda turut mewarnai acara tersebut.
Bupati Algafry Rahman menjelaskan tema tersebut sangat relevan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi saat ini. Menurutnya, aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa keberlangsungan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Algafry.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut keterlibatan aktif perangkat daerah, Forkopimda, dunia usaha, TP PKK, komunitas lingkungan, hingga pelajar menjadi kunci membangun budaya peduli lingkungan.
“Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan harus terus ditumbuhkan agar menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat,” kata Nizam.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada acara seremonial. DLH Bangka Tengah merancang aksi lanjutan berupa penanaman pohon di sejumlah titik kritis dan pembagian ribuan totebag ke pasar tradisional. Langkah ini diharapkan mampu menekan penggunaan kantong plastik dan mendorong gaya hidup ramah lingkungan di kalangan warga Koba dan sekitarnya.