KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Google secara resmi mematikan aplikasi Pixel Studio, layanan pembuat gambar berbasis AI yang pertama kali diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran seri Pixel 9. Pembaruan aplikasi versi 2.3 yang mulai digulirkan secara bertahap tidak lagi menampilkan antarmuka pembuatan gambar, melainkan hanya sebuah tombol "Open Gemini" yang mengarahkan pengguna ke halaman unduh aplikasi Gemini di Play Store.
Saat membuka Pixel Studio versi terbaru, pengguna akan mendapati pesan: "To create images and animations, try Nano Banana in the Gemini app." Tombol navigasi utama aplikasi telah dihapus dan digantikan tautan menuju Gemini. Meski begitu, Google memastikan bahwa kreasi gambar yang pernah dibuat pengguna sebelumnya masih tersimpan dan dapat diakses di dalam aplikasi.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh Google kepada 9to5Google pada Februari lalu. Pixel Studio versi 2.3 menjadi titik akhir bagi aplikasi tersebut setelah Google mulai menghapus beberapa bagian fiturnya di pembaruan sebelumnya.
Pixel Studio hadir sebagai aplikasi dedicated untuk menghasilkan gambar dari perintah teks (text-to-image). Pengguna cukup mengetikkan deskripsi, dan AI akan langsung memprosesnya menjadi gambar. Aplikasi ini juga menyediakan pustaka untuk menyimpan riwayat kreasi, mendukung input gambar yang sudah ada, dan bisa membuat stiker.
Sayangnya, perjalanan Pixel Studio tidak mulus. Tak lama setelah debut di lini Pixel 9, aplikasi ini sempat "kacau" sebelum akhirnya diperbaiki Google secara bertahap. Beberapa pembaruan kemudian menambahkan integrasi dengan papan ketik Gboard, fitur membuat gambar orang (people generation), serta alat pengeditan berbasis AI generatif.
Bagi pengguna Pixel 9 yang selama ini mengandalkan Pixel Studio untuk kebutuhan gambar instan, perubahan ini berarti harus beralih ke ekosistem Gemini. Fitur "Nano Banana" yang disebut dalam pesan pengalihan merupakan alat pembuat gambar dan animasi yang tertanam di dalam aplikasi Gemini. Belum diketahui apakah seluruh kemampuan Pixel Studio, termasuk integrasi Gboard, akan tersedia penuh di Gemini.
Pembaruan Pixel Studio v2.3 sendiri belum tersedia secara luas. Informasi awal mengenai tampilan aplikasi setelah dimatikan diperoleh dari tangkapan layar yang dibagikan Android Authority setelah berhasil mengunduh file APK versi terbaru.
Penutupan Pixel Studio bukanlah yang pertama bagi Google. Raksasa mesin pencari itu memiliki catatan panjang menutup layanan atau aplikasi yang dianggap tidak lagi sejalan dengan strategi produknya. Langkah ini menunjukkan fokus Google yang semakin mengerucut pada Gemini sebagai pusat layanan AI generatif, menggantikan aplikasi-aplikasi spesifik yang sebelumnya berdiri sendiri.