SUNGAILIAT — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah ini ditempuh sebagai upaya menekan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka Anggia Murni mengatakan, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD. “Kami terus mengedukasi membangun kesadaran masyarakat ikut berpartisipasi meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah efektif mencegah penyebaran DBD,” kata Anggia di Sungailiat, Kamis.
Berdasarkan data dari masing-masing puskesmas, pada Mei 2026 tercatat 102 kasus DBD. Satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Jumlah ini melonjak dibandingkan April 2026 yang hanya 84 kasus.
Ratusan kasus tersebut tersebar di 12 puskesmas. Puskesmas Belinyu mencatat kasus terbanyak dengan 34 temuan, disusul Puskesmas Kenanga 19 kasus, Puskesmas Petaling 12 kasus, dan Puskesmas Sungailiat sembilan kasus.
Puskesmas lainnya mencatat angka lebih rendah: Puskesmas Riau Silip tujuh kasus, Puskesmas Gunung Muda enam kasus, Puskesmas Bakam lima kasus, Puskesmas Pemali empat kasus, Puskesmas Sinar Baru dua kasus, Puskesmas Penagan dua kasus, serta Puskesmas Batu Rusa dan Puding Besar masing-masing satu kasus.
Anggia optimistis angka kasus DBD pada Juni 2026 bisa ditekan seminimal mungkin jika masyarakat di wilayah terdampak memaksimalkan gerakan PSN. Menurutnya, hampir setiap bulan selalu ditemukan kasus DBD meskipun jumlahnya fluktuatif.
“Penanganan dan pencegahan penyakit DBD menjadi perhatian serius karena hampir setiap bulan ditemukan meskipun angka kasus cenderung fluktuatif,” ujar dia.
Dinkes Kabupaten Bangka terus mendorong warga untuk rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.