Kasus DBD di Bangka Capai 102 Kasus pada Mei 2026, Dinkes Gencarkan Edukasi PSN ke Warga

Penulis: Syahrul Karim  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 00:55:01 WIB
Dinkes Bangka intensifkan edukasi PSN untuk menekan kasus DBD yang mencapai 102 pada Mei 2026.

SUNGAILIAT — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka menggencarkan edukasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Langkah ini ditempuh sebagai upaya menekan lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Bangka Anggia Murni mengatakan, peran masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan DBD. “Kami terus mengedukasi membangun kesadaran masyarakat ikut berpartisipasi meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai langkah efektif mencegah penyebaran DBD,” kata Anggia di Sungailiat, Kamis.

102 Kasus Tersebar di 12 Puskesmas

Berdasarkan data dari masing-masing puskesmas, pada Mei 2026 tercatat 102 kasus DBD. Satu orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Jumlah ini melonjak dibandingkan April 2026 yang hanya 84 kasus.

Ratusan kasus tersebut tersebar di 12 puskesmas. Puskesmas Belinyu mencatat kasus terbanyak dengan 34 temuan, disusul Puskesmas Kenanga 19 kasus, Puskesmas Petaling 12 kasus, dan Puskesmas Sungailiat sembilan kasus.

Puskesmas lainnya mencatat angka lebih rendah: Puskesmas Riau Silip tujuh kasus, Puskesmas Gunung Muda enam kasus, Puskesmas Bakam lima kasus, Puskesmas Pemali empat kasus, Puskesmas Sinar Baru dua kasus, Puskesmas Penagan dua kasus, serta Puskesmas Batu Rusa dan Puding Besar masing-masing satu kasus.

Optimistis Kasus Juni Bisa Ditekan

Anggia optimistis angka kasus DBD pada Juni 2026 bisa ditekan seminimal mungkin jika masyarakat di wilayah terdampak memaksimalkan gerakan PSN. Menurutnya, hampir setiap bulan selalu ditemukan kasus DBD meskipun jumlahnya fluktuatif.

“Penanganan dan pencegahan penyakit DBD menjadi perhatian serius karena hampir setiap bulan ditemukan meskipun angka kasus cenderung fluktuatif,” ujar dia.

Dinkes Kabupaten Bangka terus mendorong warga untuk rutin menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top