BANGKA BELITUNG — Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian serius DPD RI. Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyatakan pihaknya terus memantau dinamika harga yang disebut sebagai efek kejut dari kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
“Kemarin sudah ketemu lagi (Wamentan RI) dan kita memahami apa yang terjadi di lapangan dan Pak Sudaryono meyakinkan harga akan secara bertahap kembali normal,” kata Najamudin melalui pesan elektronik yang diterima di Bengkulu, Selasa.
Sultan menilai fluktuasi harga yang terjadi saat ini merupakan hal wajar dalam siklus ekonomi dan bersifat sementara. Menurutnya, pasar akan kembali menyesuaikan diri setelah aturan teknis kebijakan ekspor satu pintu berjalan stabil dan mantap.
“Ini semacam kaget saja, jika semua aturan main teknis dari kebijakan ekspor satu pintu itu sudah mantap pasar pasti akan menyesuaikan diri,” ujarnya.
Di Provinsi Bengkulu, harga TBS sawit yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3.100 per kilogram turun menjadi sekitar Rp2.400 per kilogram pasca-pemberlakuan kebijakan ekspor CPO melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kondisi serupa juga terjadi di provinsi penghasil sawit lainnya, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Sultan meminta para petani sawit di Bangka Belitung dan daerah lain untuk tetap tenang. Ia menegaskan DPD RI akan terus fokus memantau persoalan ini agar perputaran ekonomi petani sawit tetap terjaga.
“Kita minta petani agar tetap tenang dan DPD fokus untuk masalah ini agar putaran ekonomi dari petani sawit dapat tetap terjaga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono meminta seluruh pelaku usaha tetap menggunakan acuan harga PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara dalam setiap transaksi perdagangan TBS. Pemerintah juga mengingatkan adanya ancaman sanksi administratif hingga pencabutan izin bagi perusahaan yang melanggar aturan pembelian TBS sesuai ketentuan yang berlaku.
DPD RI berkomitmen terus mengawal kebijakan ini hingga harga benar-benar stabil dan petani sawit di Bangka Belitung tidak dirugikan lebih lanjut. Sultan optimistis dalam waktu dekat pasar akan kembali pada keseimbangan semula.