Mensos Gus Ipul Targetkan Seluruh Kabupaten di NTT Miliki Sekolah Rakyat, Progres di Kupang Capai 72 Persen

Penulis: Syahrul Karim  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 19:46:01 WIB
Mensos Gus Ipul meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Kupang yang telah mencapai 72 persen.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan target tersebut saat kunjungan kerja ke Kupang, Minggu (31/5/2026). Ia meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang dan berdialog dengan para siswa. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi prioritas presiden untuk membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi.

Anak Pemulung hingga Tukang Becak Jadi Sasaran Utama

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang untuk anak-anak yang selama ini tertinggal dari proses pembangunan. "Anak pemulung, anak buruh tani, anak nelayan, anak tukang becak, mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik," ujarnya dalam keterangan pers di Kupang.

Pemerintah pusat menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat berkapasitas hingga 1.000 siswa. "Ini bukan mimpi. Ini sedang dibangun dan akan segera dimanfaatkan oleh anak-anak kita," kata Gus Ipul.

Dari 27 Siswa Buta Aksara, Kini Tersisa Satu yang Didampingi

Kepala SRMP 19 Kupang, Filipina Agustina Kale, melaporkan bahwa sekolahnya saat ini menampung 100 siswa dari keluarga miskin ekstrem yang berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Kupang. Seluruh siswa dijaring melalui proses pendataan dan verifikasi yang melibatkan Dinas Sosial, BPS, Sentra Efata Kupang, serta berbagai pilar sosial.

Filipina mengungkapkan fakta mengejutkan: saat pertama masuk, terdapat 27 siswa yang belum mampu membaca dan menulis dengan baik. Namun setelah pendampingan intensif, kini hanya tersisa satu siswa yang masih menjalani pendampingan khusus. "Mereka sebenarnya memiliki potensi besar, hanya membutuhkan kesempatan dan perhatian yang tepat," ucapnya.

Ia menjelaskan para guru tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai orang tua bagi siswa yang tinggal di asrama. "Mendidik secara akademik mungkin mudah, tetapi mendampingi mereka yang mengalami berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Kami hadir untuk mereka siang dan malam," jelas Filipina.

Gubernur NTT Dorong Kepala Daerah Bergerak Cepat

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sumber daya manusia di provinsinya. Ia mendorong seluruh kepala daerah di NTT untuk mengikuti langkah Kabupaten Kupang. "Saya kira semua kepala daerah di NTT ingin memiliki Sekolah Rakyat seperti Kabupaten Kupang. Karena itu mari bergerak cepat agar semakin banyak anak-anak NTT yang mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik," ujar Melki.

Gus Ipul menambahkan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari perubahan kehidupan para siswa. Ia memberikan penghargaan khusus kepada kepala sekolah, guru, dan wali asrama. "Merekalah yang layak mendapat penghargaan karena telah bekerja dengan hati mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus," kata Mensos.

Reporter: Syahrul Karim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top