KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Arsenal kembali kehilangan poin di Women's Super League usai ditahan Birmingham 1-1 di Emirates, Minggu. Dominasi 76% penguasaan bola dan 2,73 xG tidak berbuah kemenangan, sementara Manchester City masih sempurna di puncak klasemen.
Hasil imbang itu memperpanjang tren buruk Arsenal musim ini. Usai jeda internasional yang diharapkan jadi titik reset, masalah lama muncul lagi: penguasaan bola melimpah, peluang bertumpuk, tapi penyelesaian akhir tumpul.
Dari 27 peluang yang diciptakan, Arsenal hanya melepas empat tembakan tepat sasaran. Birmingham, yang bertahan rapat dengan disiplin, justru mencetak gol lewat satu-satunya tembakan on target mereka.
Océane Hurtré Jadi Mimpi Buruk Arsenal
Gol Birmingham lahir dari Océane Hurtré, yang kini mengoleksi enam gol dalam enam pertandingan. Catatan itu menegaskan ketajaman striker asal Prancis tersebut di awal musim.
Birmingham tampil dengan struktur bertahan kuat dan menutup rapat kotak penalti. Pendekatan itu terbukti efektif menghadapi Arsenal yang dikenal kesulitan membongkar pertahanan rendah.
Statistik: 76% Penguasaan Bola, tapi Hanya 1 Gol
Angka laga di Emirates memperlihatkan ketimpangan jelas antara dominasi dan hasil akhir.
- Penguasaan bola Arsenal: 76%
- Expected goals (xG): 2,73
- Sentuhan di kotak lawan: 43
- Peluang diciptakan: 27
- Tembakan tepat sasaran: 4
- Tembakan tepat sasaran Birmingham: 1 (gol)
Kegagalan memaksimalkan peluang itu membuat tekanan pada pelatih Renée Slegers meningkat. Arsenal butuh solusi cepat agar dominasi tidak berhenti jadi angka tanpa poin penuh.
London City Terus Melaju, Charlton Masih Tanpa Poin
Di laga lain, London City melanjutkan start impresif dengan kemenangan 2-1 atas Everton. Hasil itu memperpanjang rekor kemenangan mereka menjadi empat laga beruntun.
Dua gol London City di babak pertama lahir dari skema transisi. Meski hanya melepas lima tembakan tepat sasaran dari 16 peluang, kerja tanpa bola mereka yang solid jadi kunci.
London City kini tercatat sebagai tim yang paling sedikit menghadapi tembakan tepat sasaran di liga, yakni 12 kali.
Sementara itu, Charlton belum mengoleksi poin setelah enam pertandingan. Kekalahan 1-3 dari Manchester United tetap menyisakan catatan positif di babak kedua.
"When we talk about bravery, I thought we took the second half to Manchester United," kata pelatih Charlton, Karen Hills.
Charlton hanya menguasai bola 23,8% sepanjang laga. Meski demikian, Hills menilai timnya mampu bermain agresif saat menguasai bola.
Tottenham Kolaps, Hemp Dekati Rekor Assist
Tottenham menelan kekalahan 2-6 dari Chelsea di Stamford Bridge. Skor imbang 1-1 di babak pertama berubah drastis setelah Spurs kebobolan tiga gol dalam sembilan menit.
"We conceded three goals in nine minutes and then two in six. We can't completely collapse in those moments," ujar pelatih Tottenham, Martin Ho.
Ho menyebut timnya masih kurang matang di laga-laga besar. Tottenham juga belum menang dalam 20 pertandingan melawan tim penghuni empat besar.
Di sisi lain, Lauren Hemp mendekati rekor assist sepanjang masa WSL. Dua assist-nya dalam kemenangan 3-2 atas Brighton membuatnya mengoleksi 51 assist, hanya tiga di belakang rekan setimnya, Beth Mead, yang punya 54.
"I want to keep improving and I want my whole performance across the game to be good," kata Hemp.
Hemp mencatat delapan kontribusi gol musim ini. Ia mengaku masih merasa kehilangan bola terlalu sering dan ingin terus berkembang.
Aston Villa Akhirnya Menang
Aston Villa meraih kemenangan pertama musim ini setelah membalikkan keadaan melawan Liverpool. Gol Chasity Grant dan gol bunuh diri Grace Fisk memastikan kemenangan di babak kedua.
Sebelumnya Villa hanya mengumpulkan tiga hasil imbang dari lima laga pembuka. Kemenangan ini menggandakan poin mereka.
Pelatih Brian Sørensen, yang menggantikan Natalia Arroyo bulan lalu dan baru dikonfirmasi sebagai pelatih interim hingga akhir musim, menyebut hasil itu luar biasa. Ia mengakui timnya kesulitan di babak pertama sebelum melakukan perubahan taktik dan personel saat jeda.