KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Lionel Messi mengakhiri 20 tahun kariernya bersama Timnas Argentina usai laga kontra Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10). Argentina menang 3-0 dengan Messi menyumbang dua assist dan satu gol. Perpisahan itu memantik perdebatan sengit antara dua legenda Manchester United, Gary Neville dan Roy Keane, soal posisi Messi dalam sejarah sepak bola.
Laga di Stadion Monumental jadi penutup perjalanan panjang Messi bersama Albiceleste. Selama dua dekade, ia mengoleksi empat titel bersama Timnas Argentina, termasuk trofi Piala Dunia. Lima belas tahun terakhir, Messi bahkan nyaris tak tergantikan sebagai kapten.
Perdebatan soal warisan Messi justru bergulir di podcast 'We Are The Overlap'. Gary Neville dan Roy Keane sepakat pada satu hal: Messi adalah yang terbaik di sepak bola.
"Dia memenangi segalanya, entah apa kata yang tepat untuknya selain 'greatest'," ujar Neville.
"Kita cukup beruntung bisa menyaksikan Messi. Orang-orang dulu bilang, Pele yang terbaik tapi kita tidak hidup di eranya," timpal Keane.
Neville: Messi Gendong Argentina ke Tiga Final Piala Dunia
Poin perdebatan muncul saat Neville menyoroti peran Messi membawa Argentina ke tiga final Piala Dunia, dengan satu di antaranya berakhir juara. Menurut Neville, pencapaian itu lahir meski skuad Argentina tak selalu diisi pemain terbaik.
"Messi membawa Argentina ke final-final Piala Dunia meski dengan tim yang tidak terbaik," tegas Neville.
Keane langsung memotong dengan nada bercanda. "Jangan mulai lah," ujarnya sambil tertawa.
Bagi Keane, Argentina tetap tim yang kuat. Ia bahkan menilai Albiceleste punya peluang menang back to back Piala Dunia.
"Mereka tim yang bagus kok, mereka mungkin saja bisa menang back to back Piala Dunia," sambungnya.
Neville tak sepenuhnya sepakat. Ia mengakui sebagian skuad Argentina diisi pemain terbaik, tapi tidak seluruhnya.
"Ya Mungkin 20 persen atau 30 persen dipenuhi pemain terbaik, tapi nggak semuanya," balas Neville.
Keane: Messi Tetap di Bawah Ronaldo
Neville lantas melempar pertanyaan besar: apakah Messi bisa disandingkan setara Maradona dan Pele? Jawaban Keane menutup debat dengan tawa.
"Tapi Messi tetap yang terbaik di atas segalanya," tegas Neville.
"Terus sekarang apa kita bisa menyandingkan Messi setara Maradona dan Pele?" tanya Neville.
"Ya tetap saja, Messi di bawah Ronaldo," tutup Keane sambil tertawa dan menjulurkan lidah.
Perdebatan Neville dan Keane mencerminkan betapa besar warisan Messi bagi sepak bola Argentina. Dua assist dan satu gol di laga terakhirnya kontra Benin jadi penutup manis perjalanan 20 tahun sang kapten bersama Albiceleste.