Pencarian

Janji Hindari Lubang Jalan di FSD Tesla Kembali Mencuat, Padahal Sudah Diucapkan Sejak 2019

Selasa, 01 September 2026 • 00:18:34 WIB
Janji Hindari Lubang Jalan di FSD Tesla Kembali Mencuat, Padahal Sudah Diucapkan Sejak 2019
Elon Musk kembali menegaskan janji fitur menghindari lubang jalan pada FSD Tesla dengan respons "coming soon" di media sosial.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Janji soal kemampuan menghindari lubang jalan sebenarnya sudah pernah mengemuka tujuh tahun silam. Melansir pemberitaan Electrek pada 2019, saat itu seorang penggemar bertanya melalui Twitter soal potensi fitur ini dan Musk menjawab bahwa kemampuan tersebut sedang dalam proses pengembangan.

Kini, di tahun 2026, pertanyaan yang sama kembali diajukan dan jawaban yang diberikan pun nyaris serupa. Dalam unggahan Minggu malam, Musk menanggapi seorang pengguna X yang mengaku hanya ingin mobilnya bisa menghindari lubang jalan dengan respons singkat: “coming soon”.

Janji 2019 dan Capaian FSD yang Masih Jauh dari Sempurna

Perjalanan Tesla menuju otonomi penuh memang panjang dan penuh drama. Perlu dicatat, sejak 2013, Musk telah membuat banyak prediksi soal kemampuan self-driving yang tidak pernah tepat waktu. Bahkan, ada halaman Wikipedia khusus yang mendokumentasikan deretan janji yang meleset tersebut.

Meski tenggat selalu mundur, perangkat lunak FSD sendiri terus menunjukkan kemajuan. Sistem tersebut kini mampu menavigasi sebagian besar jalan tol dan jalan raya, bahkan bisa masuk ke area parkir saat mencapai tujuan. Dalam uji coba besar-besaran di China tahun lalu, FSD menempati posisi teratas dibandingkan sistem bantuan pengemudi dari pabrikan lain, meski tetap melakukan sejumlah kesalahan aneh.

Ada juga layanan Robotaxi yang telah menempuh mil dalam mode otonom penuh tanpa pengemudi di dalam kabin. Namun, jangkauannya masih sangat terbatas dan dinilai belum setara kompetitor utamanya, Waymo.

Dampak Nyata Lubang Jalan pada Mobil dan Pengemudi

Lubang jalan bukan sekadar gangguan visual. Infrastruktur jalan di Amerika Serikat yang terus memburuk akibat kurangnya investasi pemerintah membuat masalah ini kian parah. Dampaknya nyata: usia ban lebih pendek, pelek penyok, hingga berujung kecelakaan.

Masalah ini juga menjadi titik lemah FSD. Sistem berbasis kamera (vision-only) yang digunakan Tesla secara teori seharusnya bisa mendeteksi lubang, sama seperti cara manusia melihat, namun praktiknya sistem kerap gagal mengenali atau enggan pindah jalur untuk menghindarinya.

Mengapa Janji Ini Krusial Jelang Peluncuran Cybercab?

Konteks waktu membuat janji ini makin krusial. Pekan ini Tesla dijadwalkan meluncurkan Cybercab, kendaraan yang dirancang tanpa setir dan pedal, beroperasi sebagai robotaxi dalam area terbatas yang telah dipetakan.

Jika kendaraan tersebut dioperasikan tanpa pengemudi sementara fitur menghindari lubang jalan saja belum andal, risikonya jelas. Mobil bisa saja melaju kencang menabrak lubang, merusak pelek, dan membuat penumpang menghadapi masalah besar di jalan. Skenario terburuknya, ini bisa menjadi pukulan telak bagi reputasi layanan robotaxi yang baru akan diluncurkan tersebut.

Apakah kata "segera" kali ini berarti dua hari, atau akan kembali menjadi janji yang berlarut-larut seperti tujuh tahun terakhir? Waktu yang akan menjawab, namun publik tentu berharap perusahaan yang mengklaim terbaik di dunia dalam kecerdasan buatan fisik dengan lebih dari sepuluh miliar mil data pelatihan ini bisa membuktikan diri.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks