Pencarian

Pemprov Bangka Belitung Jadikan Tradisi Nganggung sebagai Wisata Budaya, 1.000 Dulang Meriahkan Maulid di Pangkalpinang

Selasa, 25 Agustus 2026 • 14:59:02 WIB
Pemprov Bangka Belitung Jadikan Tradisi Nganggung sebagai Wisata Budaya, 1.000 Dulang Meriahkan Maulid di Pangkalpinang
Ribuan dulang berisi makanan memenuhi halaman masjid di Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, pada Festival Nganggung 1.000 Dulang dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menjadikan tradisi Nganggung sebagai daya tarik wisata budaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengemasan tradisi membawa dulang berisi makanan ini terlihat dalam Festival Nganggung 1.000 Dulang yang digelar di Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, Selasa, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

PANGKALPINANG — Ribuan dulang berisi aneka makanan dan buah-buahan memenuhi halaman masjid di Kelurahan Tua Tunu, Pangkalpinang, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momen ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan menjadi etalase baru pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kepulauan Babel, Agus Suryadi, yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani, menegaskan bahwa pelestarian tradisi leluhur ini merupakan bagian dari strategi pembangunan sektor pariwisata. "Kita terus melestarikan tradisi nenek moyang untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata," ujarnya di sela-sela acara, Selasa.

Simbol Gotong Royong yang Dikemas untuk Wisatawan

Agus menjelaskan, tradisi Nganggung yang ditampilkan dalam festival ini sarat makna kebersamaan. Setiap rumah membawa dulang berisi hidangan untuk disantap bersama di masjid, tanpa memandang status sosial maupun latar belakang.

"Tradisi membawa dulang dan menikmati hidangan bersama telah diwariskan oleh para leluhur sebagai simbol persatuan tanpa membedakan status sosial, usia dan latar belakang masyarakat," kata Agus Suryadi.

Ia menambahkan, pesan utama dari tradisi ini adalah bahwa pekerjaan besar tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. Nilai gotong royong inilah yang coba diangkat menjadi atraksi budaya bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Serumpun Sebalai.

Mengapa Festival Ini Jadi Magnet Wisata Baru?

Pengemasan tradisi Nganggung dalam format festival seribu dulang dinilai mampu menarik minat wisatawan. Agus menyebut, tradisi yang dikemas secara menarik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang ke Pangkalpinang dan sekitarnya.

"Tradisi yang dikemas secara menarik tentunya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung dan berwisata ke Bumi Serumpun Sebalai ini," jelasnya.

Pihaknya mengapresiasi Pemerintah Kota Pangkalpinang beserta tokoh agama dan masyarakat yang telah menggelar acara ini. Festival tersebut dinilai menjadi sarana efektif agar kebudayaan lokal tetap dikenal oleh generasi muda di tengah arus modernisasi.

Harapan untuk Ekonomi dan Generasi Muda

Melalui festival ini, Pemprov Babel berharap sektor pariwisata mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada seremonial, tetapi juga berdampak pada roda ekonomi warga sekitar.

"Festival Nganggung ini tidak hanya sebagai identitas budaya tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata," kata Agus menegaskan.

Dengan adanya event rutin seperti ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan budayanya sendiri, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal yang terlibat dalam penyediaan kuliner dan cinderamata.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks