Pencarian

Cine Vidya 2026 Putar Film "Mencari Jeda" di Jambi, Angkat Cerita dari Situs Muaro Jambi

Kamis, 20 Agustus 2026 • 14:10:14 WIB
Cine Vidya 2026 Putar Film
Film pendek "Mencari Jeda" diputar di halaman belakang Broyat, Jambi, pada Minggu (16/8/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Film pendek berjudul "Mencari Jeda" resmi diputar untuk publik di halaman belakang Broyat, Jambi, pada Minggu (16/8/2026). Karya ini bukan sekadar tontonan, melainkan puncak dari rangkaian Workshop dan Produksi Cine Vidya 2026, program yang digagas Sinema Kajang Lako dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jambi melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026.

Yang menarik dari film ini adalah pilihan lokasinya. "Mencari Jeda" mengambil latar di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi, kompleks percandian Buddha terluas di Asia Tenggara yang berada di Kabupaten Muaro Jambi. Pendekatan ini sengaja dipilih untuk mempertemukan proses kreatif pembuatan film dengan kekayaan warisan budaya Provinsi Jambi.

Lebih dari Sekadar Pemutaran Film

Acara penayangan ini dihadiri beragam kalangan, mulai dari perwakilan instansi terkait, penggiat film, komunitas, pelaku UKM film, akademisi, hingga orang tua para peserta Cine Vidya. Kehadiran mereka mengubah acara ini menjadi ruang apresiasi terbuka yang mempertemukan sineas muda dengan masyarakat luas.

Apresiasi tinggi datang dari perwakilan BPK Jambi, Novie Hari Putranto. Ia menilai film ini punya keistimewaan karena berani mengangkat sisi arkeologi. "Film ini sangat luar biasa. Selain dari pemeran yang kuat, kita juga berterima kasih karena sudah mengangkat film dari sisi arkeologi," ujarnya. Menurut Novie, medium film menjadi cara yang lebih dekat dan kreatif untuk memperkenalkan narasi kawasan cagar budaya kepada publik yang lebih luas.

Proses Belajar yang Menghasilkan Karya

Cine Vidya 2026 dirancang sebagai program pembelajaran perfilman yang menyeluruh. Para peserta diajak mendalami seluruh tahapan produksi, mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, pra-produksi, produksi, hingga mempertontonkan karya akhirnya ke hadapan publik.

Jasmine, salah satu peserta, berharap program ini tidak berhenti di tahun ini. "Saya harap kegiatan ini akan terus ada setiap tahunnya," katanya. Harapan ini wajar, sebab bagi para peserta, rangkaian kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam proses belajar dan berkarya.

Menuju Festival Film Warisan Budaya

Bagi Sinema Kajang Lako, pemutaran "Mencari Jeda" justru menjadi titik awal perjalanan yang lebih panjang. Lembaga ini berencana mengembangkan program perfilman berbasis warisan budaya secara berkelanjutan. Ke depannya, Cine Vidya diharapkan menjadi batu loncatan menuju penyelenggaraan festival film bertema warisan budaya.

Langkah ini dinilai strategis untuk membangun ekosistem perfilman yang menjadikan warisan budaya sebagai sumber cerita, pengetahuan, dan inspirasi bagi generasi muda. Lewat Cine Vidya, proses belajar melahirkan karya, karya membuka ruang apresiasi, dan dari ruang apresiasi itu ekosistem perfilman yang kaya nilai budaya diharapkan tumbuh di Jambi.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: figurnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks