Pencarian

Stok Bawang dan Cabai di Bangka Belitung Dipastikan Aman Jelang Maulid, Harga Masih Stabil di Pangkalpinang

Rabu, 19 Agustus 2026 • 14:57:31 WIB
Stok Bawang dan Cabai di Bangka Belitung Dipastikan Aman Jelang Maulid, Harga Masih Stabil di Pangkalpinang
Stok bawang merah di Bangka Belitung tercatat 48 ton jelang Maulid Nabi.

PANGKALPINANG — Perayaan Maulid Nabi di Bangka Belitung identik dengan tradisi nganggung, di mana warga membawa dulang berisi makanan ke masjid untuk disantap bersama. Tradisi turun-temurun ini membuat permintaan kebutuhan pokok, terutama cabai dan bawang, meningkat drastis hampir setara perayaan Idul Fitri.

Hasil pemantauan tim Disperindag pada Rabu (19/8) menunjukkan stok bawang merah mencapai 48 ton. Sementara itu, stok bawang putih tercatat 29,7 ton dan akan bertambah 29 ton dalam pekan ini, sehingga total menjadi 58,7 ton.

Stok Cabai dan Bawang di Gudang Distributor

Untuk komoditas cabai, gudang distributor saat ini menyimpan 0,7 ton cabai rawit dan 1,1 ton cabai merah besar. Subekti menyebut jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan berlangsung.

"Saat ini stok cabai dan bawang di gudang distributor cukup berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW nanti," kata Subekti di Pangkalpinang, Rabu.

Harga di Pasar Pangkalpinang Masih Bertahan Normal

Meski permintaan diprediksi naik, harga eceran di sejumlah pasar Kota Pangkalpinang masih relatif stabil. Cabai merah keriting dijual Rp38.500 per kilogram, sedangkan cabai merah besar Rp38.600 per kilogram.

Harga cabai rawit merah tercatat Rp63.500 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp63.300 per kilogram. Untuk bawang merah, harga bertahan di level Rp30.600 per kilogram, bawang putih honan Rp34.000 per kilogram, dan bawang bombai Rp28.600 per kilogram.

Mengapa Tradisi Maulid Mendorong Lonjakan Kebutuhan Pokok?

Subekti menjelaskan bahwa perayaan Maulid di Kepulauan Babel tidak hanya diisi dengan pengajian, tetapi juga saling kunjung dan menggelar tradisi nganggung. Kegiatan ini menjadi simbol gotong royong dan silaturahmi masyarakat Melayu di Pulau Bangka dan Belitung.

"Selama ini, masyarakat dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan suka cita dengan menggelar berbagai tradisi seperti nganggung, bersilahturami dan lainnya sehingga akan berdampak terhadap peningkatan permintaan berbagai kebutuhan pokok termasuk cabai dan bawang ini," ujarnya.

Pihaknya berharap harga kebutuhan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan. "Mudah-mudahan harga bawang, cabai dan kebutuhan lainnya tidak naik tinggi menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW nanti, karena meningkatnya permintaan masyarakat merayakan maulid nabi nanti," kata Subekti.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks