Pencarian

Perkembangan Balita di Posyandu: 17 dari 29 Anak Berat Badannya Stagnan, Ini Langkah yang Perlu Orang Tua Lakukan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 07:32:31 WIB
Perkembangan Balita di Posyandu: 17 dari 29 Anak Berat Badannya Stagnan, Ini Langkah yang Perlu Orang Tua Lakukan
Dari 29 balita di Posyandu Desa Purorejo, 17 anak mengalami berat badan stagnan atau turun saat Bulan Timbang.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kehadiran 100 persen di posyandu memang membanggakan, tetapi data pertumbuhan anak justru menyimpan pekerjaan rumah. Dari 29 balita yang ditimbang di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hanya sembilan anak yang berat badannya naik. Sisanya, 17 balita, mengalami berat badan tetap atau justru turun.

Ketua TP PKK Desa Purorejo, Erni Eka Puja Wati, menyebutkan kondisi ini tidak bisa diabaikan. "Kehadiran 100 persen adalah modal awal yang bagus. Namun, kita harus fokus mengapa 17 balita belum mengalami kenaikan berat badan," ujarnya saat memantau kegiatan Bulan Timbang pada Senin (10/8/2026).

Angka di Balik Layar Posyandu Purorejo

Data yang dirangkum kader dan bidan desa menunjukkan komposisi balita yang dipantau terdiri dari tujuh anak berusia 0–12 bulan, 14 anak berusia 13–36 bulan, serta delapan anak berusia 37–60 bulan. Seluruhnya sudah memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS).

Kabar baiknya, tiga balita yang sempat absen bulan lalu kembali hadir, dan satu balita baru masuk dalam sasaran pemantauan. Artinya, kesadaran orang tua untuk rutin memantau tumbuh kembang anak mulai meningkat.

Kunjungan Rumah Jadi Kunci Perbaikan Gizi Balita

Menghadapi angka stagnasi yang tinggi, Erni menegaskan bahwa kader posyandu akan bergerak lebih aktif. Rencananya, tim akan melakukan kunjungan rumah atau home visit untuk melihat langsung pola makan dan pengasuhan anak di rumah.

"Mari kita gandeng kader untuk melakukan kunjungan rumah guna memantau pola makan sehari-hari," tegas Erni. Langkah ini penting karena sering kali penyebab berat badan anak tidak naik bukan terletak pada jumlah makanan, melainkan pada jenis dan konsistensi asupan yang diberikan.

Bagi para ibu di rumah, perhatikan apakah si kecil sudah mendapatkan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, atau daging yang cukup setiap harinya. Makanan yang hanya kaya karbohidrat seperti nasi atau bubur tanpa lauk akan membuat berat badan anak sulit bergerak naik.

Bukan Hanya Balita, Ibu Hamil Juga Jadi Perhatian

Kegiatan Bulan Timbang di Posyandu Gerbang Mas Pentris tidak hanya fokus pada anak. Dari tiga ibu hamil yang hadir, petugas menemukan satu kasus Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini berisiko pada kesehatan ibu dan janin.

Untuk itu, konseling gizi dan suplementasi tambahan diberikan langsung kepada ibu hamil tersebut. "Untuk ibu hamil yang mengalami KEK, pastikan asupan protein hewani dan istirahat cukup," pesan Erni. Pemantauan sejak masa kehamilan ini krusial untuk mencegah masalah gizi yang lebih kompleks pada bayi saat lahir nanti.

Layanan Lengkap Posyandu untuk Semua Usia

Selain penimbangan, posyandu yang diketuai Ani Suyanti ini juga memberikan Vitamin A dosis tinggi dan obat cacing untuk balita. Tidak hanya itu, warga lanjut usia (lansia) juga bisa memanfaatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta asam urat secara gratis.

Data dari Bulan Timbang ini selanjutnya menjadi dasar bagi kader dan tenaga kesehatan untuk menentukan siapa saja yang membutuhkan pendampingan intensif. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kehadiran bukan satu-satunya indikator keberhasilan posyandu. Kualitas pertumbuhan yang diukur dari kenaikan berat badan adalah target utama yang harus dikejar bersama.

Dengan pendampingan dari TP PKK, bidan desa Rofiqoh Fitri, dan para kader, diharapkan capaian 100 persen kehadiran bulan depan diikuti dengan perbaikan signifikan pada grafik berat badan balita. Peran orang tua di rumah untuk menerapkan pola asuh yang kaya nutrisi menjadi penentu utama keberhasilan ini.

Follow belitungterkini.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks